Hidayatullah.com–Karime Marcías, istri dari politisi tercela Meksiko terpidana korupsi Javier Duarte, ditangkap di London hari Selasa (29/10/2019).
Meksiko sudah meminta agar wanita berusia 43 tahun itu diekstradisi, karena dituduh menyalahgunakan dana program kesejahteraan sosial.
Dia dibebaskan dengan uang jaminan setelah ditahan selama 6 jam dan diperintahkan tidak meninggalkan London sambil menunggu sidang ekstradisinya, lansir BBC.
Suaminya, mantan gubernur Provinsi Veracruz, saat ini sedang menjalani hukuman penjara 9 tahun setelah mengaku bersalah menyalahgunakan dana publik.
Javier Duarte dijuluki “gubernur terburuk dalam sejarah” dan di Veracruz masih tampak sisa kemarahan rakyat karena hukumannya dinilai terlalu ringan.
Macías menjadi sorotan di Meksiko setelah sebuah buku catatan, yang diyakini miliknya, ditemukan petugas ketika menggeledah rumah pasangan itu. Di dalam buku catatan itu terdapat satu kalimat yang ditulis berulang-ulang, berbunyi “Saya layak mendapatkan (harta) melimpah.”
Pihak kejaksaan di Meksiko mengatakan wanita itu dituduh menggelapkan 112 juta peso ($5,9 juta) dari dana program kesejahteraan keluarga di Veracruz.
Pengacaranya, Marco Antonio del Toro, mengatakan kliennya menyerahkan diri secara sukarela kepada polisi di London hari Selasa. Del Toro juga mengatakan bahwa Macías mengajukan suaka politik di Inggris karena dirinya hak-haknya di Meksiko dilanggar sejak Javier Duarte ditangkap.
Miguel Angel Yunes Linares, gubernur Veracruz yang baru pengganti Duarte, pada Mei 2018 mengatakan dia mendapatkan informasi bahwa Macías tinggal di London dalam sebuah flat mewah di kawasan Belgravia dan membelanjakan uang £60.000 ($77.000) sebulan.
Javier Duarte kemudian mengkonfirmasi dalam sebuah wawancara bahwa istrinya tinggal di London bersama ketiga anak mereka.
Duarte menjabat gubernur wilayah Provinsi Veracruz dari 2010 sampai 2016. Dia mundur dari jabatannya hanya 45 hari sebelum masa baktinya habis guna “membersihkan namanya” setelah dituduh korupsi, melakukan pencucian uang dan terlibat dalam organisasi kriminal.
Dia sempat raib sebentar setelah mengundurkan diri dan ditangkap enam bulan kemudian di negara Guatemala, berkat kerja sama Interpol dan kepolisian setempat.
Saat penggeledahan di rumah mewahnya di pedesaan di Meksiko, polisi menemukan antara lain 17 lukisan mahal yanh diyakini karya seniman terkenal seperti Joan Míro, Fernando Botero dan Leonora Carrington.
Selama Duarte menjadi gubernur, di Veracruz korupsi merajalela dan banyak terjadi kekerasan, kasus pembunuhan dan orang hilang meroket.
Pada masa kepemimpinan Duarte pula Veracruz menjadi provinsi di Meksiko paling berbahaya bagi jurnalis, di mana 17 terbunuh.*