Hidayatullah.com–Huawei Technologies Co dan ZTE Corp “tidak dapat dipercaya,” kata Jaksa Agung Amerika Serikat William Barr, melabeli perusahaan-perusahaan asal China itu sebagai ancaman keamanan. Barr menolak proposal yang memungkin operator-operator komunikasi nirkabel di wilayah rural AS menerima kucuran dana pemerintah $8.5 miliar untuk membeli peralatan atau jasa dari kedua perusahaan itu.
Federal Communications Commission pada 22 November akan melakukan pemungutan suara perihal masalah itu dan mengusulkan mengharuskan para operator komunikasi nirkabel mengenyahkan dan mengganti peralatan buatan kedua perusahaan itu.
Dilansir Reuters, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada FCC yang dirilis hari Kamis (14/11/2019) Barr mengatakan “rekam jejak mereka sendiri, begitu pula praktik-praktik pemerintah China, menunjukkan bahwa Huawei dan ZTE tidak dapat dipercaya.”
Dia menambahkan bahwa tindakan-tindakan yang telah dilakukan Huawei dan ZTE sendiri menunjukkan mereka berbahaya bagi “keamanan kita bersama.”
Huawei and ZTE tidak langsung menanggapi pernyataan Barr tersebut, lapor Reuters.
Barr menegaskan bahwa kejaksaan federal mendakwa Huawei melanggar embargo yang dijatuhkan AS terhadap Iran, melakukan penipuan perbankan, menghalangi proses hukum, dan melakukan pencurian rahasia perdagangan. ZTE pada tahun 2017 menyatakan dirinya bersalah secara ilegal mengirimkan barang-barang AS senilai sekitar $32 juta ke Iran.
Pimpinan FCC Ajit Pai mengatakan “tidak dapat mengabaikan risiko bahwa pemerintah China akan berupaya mengeksploitasi kelemahan dalam jaringan untuk tujuan spionase, menyisipkan malware dan virus, serta hal-hal lain yang dapat membahayakan jaringan telekomunikasi kita.”
Langkah tersebut di atas merupakan upaya pemerintah AS teranyar untuk menghalangi perusahaan-perusahaan Paman Sam membeli barang atau jasa dari Huawei dan ZTE.
Pekan lalu Huawei mengatakan bahwa selama 30 tahun menggeluti bisnis, perusahaan “tidak pernah terlibat dalam insiden berkaitan dengan keamanan di 170 negara di mana kami beroperasi.”
Pada bulan Mei, pemerintah AS memasukkan Huawei dalam daftar hitam ekonomi, dengan alasan perusahaan itu terlibat aktivitas yang bertentangan dengan kemanan nasional AS.
Amerika Serikat mendesak negara-negara lain, terutama sekutunya, agar tidak memberikan peluang Huawei membangun jaringan telekomunikasi 5G di negara mereka. AS menuding peralatan Huawei dapat digunakan Beijing untuk spionase, tuduhan yang senantiasa dibantah perusahaan China tersebut.
Sejumlah negara Eropa beberapa bulan belakangan belum bersedia menjegal Huawei, meskipun ada tekanan dari AS.
Pada bulan Mei, Presiden AS Donald Trump meneken perintah eksekutif yang menyatakan darurat nasional dan melarang perusahaan-perusahaan AS menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan yang dinilai membahayakan keamanan nasional. Surat perintah itu mengarahkan Departemen Perdagangan, bekerja sama dengan instansi pemerintah lainnya, merancang rencana pelaksanaan perintah tersebut sebelum pertengahan Oktober. Akan tetapi sampai saat ini Departemen Perdagangan AS belum mempublikasikannya.*