Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tahun 2019 Migran yang Menyeberang ke Eropa dari Turki Bertambah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Desember 2019 20:49 8:49 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Desember 2019 20:49
Bagikan
Pengungsi anak di Valika Kladusa, Bosnia, meminta agar perbatasan dengan Kroasia dibuka.
Bagikan

Hidayatullah.com—Jumlah migran dan pengungsi yang menyeberang dari Turki ke Eropa pada tahun 2019 hampir dua kali lipat banyaknya dibanding tahun 2018, menurut sebuat laporan rahasia Uni Eropa yang dipublikasikan oleh media Jerman.

Dari bulan Januari sampai Desember, sebanyak 70.200 migran mencapai Uni Eropa dari Turki atau naik 46% lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, lapor Die Welt hari Selasa (17/12/2019) seperti dilansir DW.

Sekitar 68.000 migran/pengungsi menyeberangi Laut Aegea menuju Yunani, di mana mereka tinggal di kamp-kamp migran yang penuh sesak. Sejumlah kecil dari mereka berhasil mencapai Bulgaria, Italia dan Siprus.

Perkembangan terbaru menunjukkan kebanyakan migran/pengungsi berasal dari Afghanistan yang sekarang mencapai 30%, sedangkan migran/pengungsi asal Suriah hanya mencapai 14%, disusul kemudian orang Pakistan (9,5%), Iraq (8,0%) dan warga negara Turki (5%).

Kedatangan ribuan migran/pengungsi itu menjadikan kamp-kamp di pulau-pulau di Laut Aegea semakin penuh sesak. Mereka kekurangan makanan, pakaian dan obat-obatan. Pemerintah Yunani memindahkan sebagian para pencari suaka itu ke wilayah daratannya. Berdasarkan kesepakatan yang diteken Uni Eropa-Turki, pemindahan itu dilakukan apabila orang bersangkutan termasuk kategori “rentan” dikarenakan sakit, hamil atau anak di bawah umur yang tidak memiliki pendamping orang dewasa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pertambahan migran/pengungsi yang menyeberang ke Eropa dari Turki menimbulkan pertanyaan sejauh mana Turki mematuhi kesepakatan yang dibuatnya bersama Uni Eropa pada tahun 2016, lapor Die Welt.

Berdasarkan kesepakatan itu, Tuki berkewajiban mengambil kembali para pencari suaka yang melampaui batas negaranya dan mencegah mereka menyeberang ke Eropa. Sebagai imbalannya, Turki mendapatkan uang dari Uni Eropa total 6 miliar Euro yang dapat dipergunakannya untuk mendanai pengelolaan orang Suriah yang mengungsi ke Turki. Pemerintah Ankara berulang kali mengeluh bahwa uni Eropa tidak memenuhi kewajibannya dan menuntut kucuran dana lebih banyak.

Laporan Uni Eropa itu menyebutkan bahwa ada sejumlah laporan yang menyebutkan bahwa kapal-kapal patroli laut Turki membiarkan dan bahkan mengarahkan perahu-perahu migran/pengungsi berlayar memasuki wilayah laut Yunani setelah mendapat laporan dari penjaga pantai Yunani.

Inti dari kesepakatan Uni Eropa dan Turki itu adalah membiarkan para migran/pengungsi berada di pulau-pulau di perairan sekitar Turki-Eropa agar mereka tidak memiliki kesempatan melanjutkan perjalanannya ke negara-negara UE di daratan Eropa.

Dari awal tahun 2019 hingga pertengahan Desember, sebanyak 34.000 migran/pengungsi sudah dipindahkan ke Yunani daratan. Menurut laporan Uni Eropa itu, sebagian dari ribuan orang itu bertahan di Yunani dan tidak sedikit yang nekat melanjutkan perjalanan hingga perbatasan Albania, lalu meminta bantuan penyelundup agar membawa mereka melewati kawasan Balkan untuk mencapai Austria dan Jerman.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EropamigranpengungsiTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Eks Presiden Pervez Musharaf Dijatuhi Hukuman Mati
Tulisan selanjutnya kesehatan syariah Sikap Wapres RI Terhadap China Terkait Muslim Uighur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?