Hidayatullah.com-Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap kelompok milisi Syiah Hizbullah pro-Iran di Iraq dengan mengorbankan 19 orang, dua hari setelah serangan roket menewaskan seorang kontraktor AS.
Pentagon mengatakan kemarin pihaknya menargetkan depot senjata dan fasilitas administrasi dan kontrol yang terkait dengan kelompok Syiah, Kata’ib Hizbullah (KH) di Iraq Barat dan Suriah Timur, dalam menanggapi serangan roket Jumat lalu.
Empat tentara AS dan pasukan keamanan Irak juga terluka dalam serangan Jumat di sebuah pangkalan udara di Kirkuk, Iraq.
Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan serangan udara itu berhasil dan tidak menolak untuk melancarkan serangan lanjutan untuk mengekang serangan terhadap militan atau dari Iran.
“Membalas serangan Kataib Hizbullah yang berulang-ulang terhadap pangkalan Iraq yang menampung pasukan koalisi Operation Inherent Resolve (OIR), pasukan AS melancarkan serangan defensif yang tepat … yang bakal melemahkan kemampuan mereka untuk melakukan serangan selanjutnya terhadap pasukan koalisi OIR,” kata juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman dikutip Reuters.
Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat sejak Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Teheran tahun lalu dan memberlakukan sanksi tegas, kutip AFP.*