Hidayatullah.com–Pihak berwenang di Australia sedang menyelidiki apakah seorang menteri negara bagian melanggar hukum dengan menembakkan dua jenis senjata api terlarang di fasilitas lapangan tembak sebuah penjara.
Anggota legislatif negara bagian New South Wales David Elliott membawa kasusnya sendiri ke kepolisian, setelah muncul foto-foto yang menunjukkan dirinya menggunakan senpi terlarang ketika meresmikan fasilitas lapangan tembak di sebuah penjara tahun 2018.
Peraturan di Australia melarang warga sipil menggunakan senjata semi otomatis dan otomatis, tetapi pengecualian diperbolehkan dengan izin tertentu.
Baik Elliot maupun pejabat penjara menyalahkan kejadian itu pada “kesalahan administratif”.
Media Australia melaporkan Elliot menembakkan sebuah senapan submesin dan sebuah pistol semi otomatis di fasilitas lapangan tembak yang baru diremajakan di Sydney pada bulan September 2018.
Di NSW, seseorang yang menggunakan senjata api tanpa izin dapat dipenjara hingga 14 tahun.
Anggota-anggota parlemen dari oposisi mengkritik Elliot karena tidak menyadari akan persyaratan hukumnya.
“Anda pasti penasaran apa yang ada di benak pikiran seorang menteri senior … mengambil dan menggunakan senjata mematikan seperti itu tanpa memeriksa apakah mereka memiliki kapasitas hukum untuk melakukannya,” kata politisi Hijau David Shoebridge.
Kedua jenis senpi itu hanya dapat dipergunakan oleh militer dan polisi khusus serta sipir penjara.
Elliot membagikan foto-foto yang diambil dalam acara tersebut di Facebook kala itu, mengatakan bahwa dia mendedikasikan lapangan tembak itu untuk seorang sipir penjara yang tewas. Dia dan janda sipir itu melepaskan “tembakan resmi” sebagai penghormatan untuk mendiang sipir itu, imbuhnya.
Elliot mengatakan bahwa waktu itu dia berkeyakinan bahwa aparat terkait sudah mengurus administrasi atau surat-surat legal yang diperlukan.
Dia mengatakan bahwa pihaknya menghubungi polisi pekan ini setelah mendapat masukan bahwa otoritas penjara –Corrective Services NSW — kemungkinan sudah melanggar hukum dengan memperbolehkan dirinya dan ratusan orang lain mencoba menggunakan fasilitas latihan menembak yang baru dipugar itu.
Corrective Services NSW sudah meminta maaf kepada Elliott atas “semua ketidaknyamanan yang ditimbulkannya.”
Elliot, yang juga menteri urusan kedaruratan, berkali-kali dihujani kritik oposisi beberapa waktu belakangan.
Bulan Desember 2019/dia dikecam karena menikmati liburan di Eropa sementara wilayah kerjanya dilanda kebakaran besar hutan dan lahan.
Australia menjadi salah satu negara dengan peraturan kepemilikan dan penggunaan senjata yang paling ketat di dunia, menyusul pembantaian tahun 1996. Namun, para pakar mengatakan bahwa sejumlah aspek belakangan ini justru diperlunak, lapor BBC Rabu (10/3/2020).*