Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Qatar Berhasil Atasi Krisis Teluk Meski Diblokade 1.000 Hari

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 23 Maret 2020 16:37 4:37 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 23 Maret 2020 16:36
Bagikan
Dubes Qatar untuk Turki, Salem bin Mubarak Al Shafi
Bagikan

Hidayatullah.com-Doha terus berkembang dan mengatasi kesulitan ekonomi meskipun adanya blokade yang telah berlangsung selama lebih dari 1.000 hari, Anadolu melaporkan. Belokadi dilakukan empat Negara Teluk dibawah komando Arab Saudi.

“Di akhir Februari 2020, pengepungan tidak adil memasuki hari ke 1.000, itu adalah era kegagalan, kebingungan, dan kejatuhan moral bagi negara-negara yang memblokade,” kata Dubes Qatar untuk Turki, Salem bin Mubarak Al Shafi. Ia mengatakan. “Tetapi bagi Qatar, ini adalah 1.000 hari kebanggaan dan ketabahan.”

Pada pertengahan tahun 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir secara tiba-tiba memutuskan hubungan dengan Doha, menuduhnya mendukung kelompok “teroris”. Qatar, pada bagiannya, telah keras menyangkal tuduhan itu, menggambarkan embargo pimpinan Saudi terhadapnya sebagai “pelanggaran hukum internasional”.

Tidak ada tanda-tanda penyelesaian krisis sampai hari ini meskipun ada upaya mediasi dan pernyataan timbal balik dari pejabat Saudi dan Qatar. Menekankan bahwa Qatar tidak akan mengkompromosikan kedaulatannya, dubes itu menegaskan bahwa Doha akan selalu “mengadopsi dialog dan solusi damai.”

“Negara-negara blokade bertujuan untuk mengisolasi Qatar secara internasional, dengan membanjiri komunitas internasional dengan aliran kebohongan dan tuduhan,” katanya. “Namun fakta selalu menang dan tidak bisa ditutupi, jadi semua upaya ini gagal.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Posisi Turki

Menyusul pengumuman blokade, ekonomi Qatar berhasil menavigasi langkah itu, Al Shafi menambahkan: “Dan kami tidak akan melupakan sikap bersejarah Turki di pihak kami ketika negara itu segera mendirikan jembatan udara untuk memecah pengepungan ekonomi di jam-jam pertama.”

Dia mencatat Turki juga membentuk jalur maritime Turki-Qatar dari pelabuhan Izmir ke pelabuhan Hamad untuk menjaga aliran barang yang konstan.

“Posisi Turki di sisi kami adalah bukti terbesar dari hubungan persaudaraan yang mengikat kami padanya, terutama karena condong ke yang benar, dan merupakan salah satu negara yang tidak pernah gagal untuk melakukan apapun yang berkontribusi pada keamanan, persatuan dan stabilitas kawasan,” katanya.

Mengutip hubungan persaudaraan, Al Shafi juga mengatakan Turki “tidak pernah menahan diri untuk melakukan segala sesuatu yang berkontribusi terhadap keamanan, persatuan dan stabilitas kawasan.”

“Kami memahami langkah-langkah Turki yang telah diambil untuk melindungi keamanan nasionalnya dan memastikan kondisi kehidupan yang layak bagi para imigran yang berlindung di tanahnya,” katanya.

Dia menunjukkan bahwa Qatar menyadari posisi kemanusiaan Turki dan pendekatan moralnya “membuatnya hampir sendirian di depan blok lain.”

“Tetapi sejarah tidak melupakan dan mencatat segala sesuatu baik yang ingin membangun kembali tanah air atau mereka yang menimbulkan kekacauan di bumi,” kata duta besar itu.

Qatar terus berkembang

Al Shafi menekankan negaranya telah melakukan proyek-proyek untuk memastikan swasembada di sektor seperti makanan dan obat-obatan dengan mendiversifikasi investasi berkolaborasi secara internasional dan regional.

Dia menunjuk bahwa upaya mediasi Qatar untuk kesepakatan damai antara AS dan Taliban Afghanistan setelah 20 tahun perang, adalah contoh keberhasilan paling jelas meskipun ada upaya yang dilakukan oleh negara-negara blokade untuk menghambatnya.

Duta Besar menekankan bahwa Qatar terus berkembang secara politis, ekonomi, ilmiah dan dalam olahraga, dan telah menjadi pusat seni, budaya, olahraga dan sains, dan menjadi tuan rumah bagi puluhan kegiatan intelektual, kejuaraan olahraga, konferensi, dan acara politik.

Qatar “terus melaksanakan proyek-proyek besar yang terkait dengan pengorganisasian Piala Dunia FIFA 2022,” katanya.

Meskipun blokade, Al Shafi mengatakan Qatar tidak ragu untuk mendukung mereka yang membutuhkan dengan mengutip kampanye bantuannya untuk pengungsi di Suriah utara yang menderita dalam kondisi kemanusiaan yang sulit.

“Kami menghormati kedaulatan negara di wilayah mereka, dan kami ingin mencapai stabilitas dan keamanan di kawasan itu,” kata duta besar itu. “Tapi ini hanya bisa dilakukan melalui kolaborasi semua upaya, kerja sama yang tulus, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara Qatar.”*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiBlokadeNegara telukQatarSalem bin Mubarak Al Shafi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Raja Salman Berlakukan Jam Malam di Seluruh Saudi untuk Bendung COVID-19
Tulisan selanjutnya Larangan dan Dampak Penularan Penyakit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?