Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

WHO: Covid-19 Sepuluh Kali Lebih Mematikan Dibanding Flu Babi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 April 2020 12:41 12:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 April 2020 12:41
Bagikan
daging Bacon
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com—Coronavirus jenis baru yang menyebabkan penyakit Covid-19 sepuluh kali lebih mematikan dibanding flu burung, yang menyebabkan pandemi pada tahun 2009. Hal itu dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari Senin (13/4/2020), menegaskan perlunya vaksin untuk menghentikan penyebarannya.

Pimpinan WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam keterangan pers yang disampaikan secara virutal dari Jenewa mengatakan bahwa lembaganya terus mempelajari virus baru yang sudah merambah ke seluruh penjuru dunia itu, yang sekarang sudah hampir merenggut nyawa 115.000 orang dan menjangkiti 1,8 juta orang, lapor AFP.

“Kita mengetahui bahwa Covid-19 menyebar cepat, dan kita mengetahui bahwa penyakit itu mematikan, 10 kali lebih mematikan dibnding pandemi flu [babi] tahun 2009,” kata Dr Tedros.

WHO mengatakan 18.500 orang meninggal dunia akibat flu babi H1N1, yang pertama kali ditemukan di Meksiko dan Amerika Serikat pada Maret 2009. Namun, jurnal medis Lancet memperkirakan angka kematian akibat H1N1 antara 151.700 dan 575.400.

Perhitungan perkiraan yang dibuat Lancet itu memasukkan data dari Afrika dan Asia Tenggara, yang tidak disertakan dalam perhitungan oleh WHO.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Wabah H1N1 itu, yang dinyatakan pandemi pada Juni 2009 dan dinyatakan berakhir pada Agustus 2010, ternyata tidak terlalu mematikan seperti dugaan awal.

Ketika itu vaksin dengan cepat bisa dirilis. Namun, negara-negara Barat terutama Eropa dan WHO dikritik karena dianggap terlalu bereaksi berlebihan mengingat pada masa itu banyak orang mengalami influenza yang setiap tahun membunuh antara 250.000 sampai 500.000 orang (menurut data WHO).

Dalam keterangan pers itu Dr Tedros mengingatkan bahwa sementara jumlah kasus Covid-19 cepat pertambahannya, tetapi jumlah penurunannya lebih lambat.

Oleh karena itu, kata Dr Tedros, pembatasan yang dilakukan di banyak negara sekarang ini harus dicabut dengan perlahan.

“Kebijakan kontrol hanya dapat dicabut apabila kebijakan kesehatan publik yang ada sudah baik, termasuk kapasitas pelacakan kontak penularan,” ujarnya.

Meskipun mengakui berbagai pembatasan itu dianggap berhasil meredam penyebaran Covid-19, tetapi WHO menegaskan bahwa vaksin yang efektif perlu segera dibuat untuk menghentikan penularannya.

Diperkirakan vaksin pertama untuk Covid-19 akan dirilis paling cepat dalam 12 hingga 18 bulan mendatang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronavirusFlu babi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Kontribusi Dokter Muslim dan Keperawatan untuk Dunia (1)
Tulisan selanjutnya MK DPR: Stafsus Jokowi Offside Pakai Kop Sekretariat Kabinet

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?