Hidayatullah.com—Staf di White House diwajibakan mengenakan masker penutup wajah ketika memasuki kawasan West Wing setelah dua pembantu di istana kepresidenan Amerika Serikat dites positif coronavirus.
Kantor kepegawaian Gedung Putih mengatakan bahwa sepanjang waktu para staf diharuskan menutup wajah mereka kecuali ketika berada di meja kerja masing-masing dan wajib menjaga jarak dengan kolega-koleganya.
Arahan itu dikeluarkan setelah seorang pembantu Wakil Presiden Mike Pence dan seorang pelayan untuk Presiden Donald Trump terjangkit coronavirus penyebab Covid-19.
Presiden Trump mengatakan dia mewajibkan kebijakan itu.
Namun, bukan Donald Trump namanya kalau tidak melanggar kebijakannya atau omongannya sendiri.
Tampil di Rose Garden hari Senin (11/5/2020) untuk memberikan keterangan pers, Presiden AS itu mengatakan bahwa dia tidak perlu mengikuti arahan itu karena dia “dijauhkan dari banyak orang”, dan dia tidak menganggap serius infeksi di Gedung Putih.
“Ada ratusan orang setiap harinya masuk ke Gedung Putih,” kata Trump seperti dikutip BBC. “Saya kira kami cukup berhasil meredam penyebarannya.”
Sebelum arahan itu dirilis, tiga anggota gugus tugas penanggulangan wabah Covid-19 sudah mulai menjalani karantina mandiri dan bekerja dari rumah, termasuk Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular yang wajahnya populer di kalangan warga AS sejak coronavirus menjangkiti negara adidaya itu.
Dr Fauci dan dua koleganya melakukan isolasi mandiri setelah sekretaris Wapres Mike Pence, Katie Miller, yang juga istri dari pembantu presiden Mike Miller, dites positif pada hari Jumat lalu. Diagnosis wanita itu keluar setelah pelayan Trump dinyatakan positif.
Trump tidak terlalu mengambil pusing soal coronavirus yang menjangkiti orang-orang yang sehari-hari bekerja dengannya, dengan mengatakan “hanya satu orang” yang positif terjangkit sedangkan orang-orang lain yang kontak dengannya dites negatif.*