Hidayatullah.com—Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan hari Senin (1/6/2020) mengumumkan bahwa dia positif mengidap virus penyebab Covid-19.
“Tes coronavirus saya positif kemarin. Semua anggota keluarga saya juga positif,” kata Pashinyan dalam rekaman video yang diunggah ke laman Facebook seperti dilansir Euronews.
PM Pashinyan, yang memiliki seorang istri dan empat anak, menambahkan bahwa dirinya tidak menampakkan gejala terinfeksi coronavirus dan dia akan melanjutkan tugas-tugasnya di rumah selama dimungkinkan.
Situasi Covid-19 di negara yang terletak di kawasan Kaukasia itu semakin memburuk setelah aturan karantina wilayah dilonggarkan pada 4 Mei.
Rumah sakit yang ada di negara itu sekarang kelebihan kapasitas, sehingga memaksa otoritas kesehatan pekan lalu mengumumkan bahwa ruang perawatan intensif hanya akan diperuntukkan bagi pasien yang memiliki peluang besar untuk hidup.
PM Pashinyan mengatakan hari Rabu lalu (27/5/2020)mengatakan bahwa situasinya “sangat serius” dan meminta agar aturan diperketat kembali.
Dia mengakui pemerintahannya gagal menegakkan aturan guna meredam penyebaran coronavirus, dan mengaku menyesal karena terlalu percaya diri mengira warga akan dapat bersikap bertanggung jawab ketika lockdown dilonggarkan.
Otoritas Armenia sebelum ini kerap dikecam karena manajemen pandeminya dinilai kurang bagus. Misalnya, para pakar menilai penutupan perbatasan wilayah negara dilakukan terlalu terlambat.
Sebagaimana diketahui, PM Pashinyan baru menutup perbatasannya dengan Iran –negara Timur Tengah yang paling parah terpapar Covid-19—pada akhir bulan Februari. Dia kemudian baru memperluas penutupan perbatasan dengan sejumlah negara lain yang terjangkit coronavirus pada akhir Maret.
Menurut data yang dikumpulkan Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, Armenia melaporkan lebih dari 9.400 kasus Covid-19 dan 139 kematian.*