Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mereka Ini Belum Pernah Mendengar Tentang Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Juni 2020 19:51 7:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Juni 2020 19:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sudah hampir setengah tahun masyarakat dunia dihantui coronavirus penyebab Covid-19 yang masih terus merajalela merenggut nyawa manusia, sehingga agak sulit membayangkan masih ada orang yang belum pernah mendengar tentang keduanya. Namun, tahukah Anda bahwa setiap hari ada saja sejumlah migran yang tiba di Somalia mengatakan kepada petugas Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa mereka tidak mengetahui adanya Covid-19.

Petugas pemantau yang dikirim International Organization for Migration (IOM), lembaga urusan migrasi di bawah naungan PBB, menanyai orang-orang yang melintasi perbatasan di Somalia, salah satu persimpangan dari rute migrasi paling berbahaya di dunia.

Pertanyaan yang diberikan kepada para migran itu sederhana saja. Dari mana asalnya? Ke mana tujuannya? Mengapa mereka pergi? Namun, setelah kemunculan wabah coronavirus di Somalia, pertanyaannya ditambah satu: Berapa banyak dari anggota rombongan kalian yang mengetahui tentang coronavirus?

Pada pekan yang berakhir 20 Juni, setengah lebih sedikit (51%) dari 3.471 migran yang ditanyai mengatakan bahwa mereka tidak pernah mendengar tentang Covid-19, lapor Associated Press Kamis (25/6/2020).

“Pertama kali ketika saya melihat itu saya juga sangat terkejut,” kata Celeste Sanchez Bean, seorang manajer program di IOM yang berbasis di ibu kota Somalia, Mogadishu, kepada Associated Press.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagian besar para migran adalah lelaki muda dari daerah terpencil di negara tetangga Ethiopia. Kebanyakan dari mereka tidak mengenyam pendidikan, dan sebagian berasal dari daerah yang akses internetnya sangat minim, kata Bean. Dia meragukan jika jawaban mereka tidak tahu tentang Covid-19 disebabkan karena salah penerjemahan bahasa dalam berkomunikasi.

“Kami sudah mewawancarai migran selama bertahun-tahun,” kata wanita itu.

Meskipun demikian, Bean mengaku agak lega sebab tampaknya ketidaktahuan tentang Covid-19 di kalangan migran yang diwawancarai beberapa pekan terakhir semakin berkurang.

Siapa saja yang tidak mengetahui tentang Covid-19 diberi penjelasan singkat tentang penyakit yang saat ini sedang merebak tersebut. Termasuk tentang bagaimana virusnya dapat menular serta penjelasan tentang gejala dan langkah pencegahan agar tidak tertular penyakit baru itu.

Namun, jangan dikira hanya migran yang tidak mengetahui tentang Covid-19.

Jurnalis AP menanyai wanita bernama Fatima Moalin, seorang warga di kota Sakow, bagian selatan Somalia. “Seperti pernah dengar sesuatu yang namanya seperti itu, tapi di sini tidak ada … Muslim tidak terjangkit yang semacam itu,” ujarnya kepada AP ketika dihubungi lewat telepon.

Warga Somalia lain di daerah pedesaan, terutama di wilayah yang dikuasai Al-Shabab, cenderung meremehkan penyakit tersebut.

Asesmen belum lama ini yang dilakukan IOM terhadap para pengungsi yang mencari perlindungan di Somalia akibat pemisahan Sudan Selatan dari Sudan menunjukkan tingkat kesalahpahaman yang sangat tinggi tentang Covid-19. Mereka sering mengira Covid-19 disebabkan oleh gigitan nyamuk dan gejala utama penyakit yang menyerang organ pernapasan ini adalah diare.

Berkat siaran radio yang gencar menginformasikan Covid-19 kepada para pendengar, pembicaraan dari mulut ke mulut, serta pesan yang disampaikan oleh penyedia layanan telepon seluler, perlahan-lahan masyarakat di Afrika sudah mulai mengerti tentang adanya penyakit baru yang sangat berbahaya ini.

“Perlahan-lahan informasinya tersampaikan,” ujar Bean.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronavirus Covid-19migranSomalia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS: Tentara Somalia Tidak Sanggup Menumpas Al-Shabab
Tulisan selanjutnya Palestina Tolak Pencaplokan Tepi Barat oleh Zionis-Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?