Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahasiswa Inggris yang Gabung ISIS Meninggal di Penjara Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Juli 2020 14:44 2:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Juli 2020 14:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang mahasiswa Inggris yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS alias Daesh dikabarkan meninggal dunia di dalam sebuah penjara di Suriah.

Ishak Mostefaoui, 27, yang pergi ke Suriah pada tahun 2014 telah dicabut status kewarganegaraannya oleh Inggris. Dia dikabarkan tewas saat berusaha melarikan diri dari penjara atau di tengah-tengah kerusuhan yang terjadi di sebuah penjara di Hassakeh, yang menampung anggota ISIS dari seluruh dunia, lansir The Guardian Sabtu (11/7/2020).

Setelah ditangkap tahun lalu, Mostefaoui ditahan di sebuah penjara di bagian timur laut Suriah yang dikelola oleh pasukan Kurdi-Suriah dukungan Amerika Serikat, Syrian Democratic Forces (SDF). Dia merupakan warga Inggris suporter ISIS pertama yang mati di penjara, menurut laporan BBC. Berbagai laporan menyebutkan dia satu dari 10 pria dan 30 wanita Inggris yang ditahan oleh milisi Kurdi tersebut.

Selain Mostefaoui ada sampai 9 orang mahasiswa University of Westminster yang bergabung dengan ISIS. Ayahnya, Abderrahmane, mengatakan keluarganya pindah ke London dari Aljazair ketika putranya itu berusia 5 tahun dan sementara keluarganya menentang ekstrimisme Mostefaoui terpengaruh paham radikal oleh orang-orang di kampusnya.

Mostefaoui dikenal sebagai seorang pemuda penyuka sepakbola sebelum pada tahun 2014 mengatakan akan pergi ke Amsterdam selama beberapa hari. Keluarganya tidak mendengar kabar apapun selama sebulan sampai akhirnya dia menelepon dari Suriah untuk memberitahukan mereka keberadaannya. Mendengar kabar putranya sudah berada di Suriah, ayahnya itu langsung pingsan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada Januari 2019, istri Mostefaoui dan putranya yang masih bayi meninggal dunia dan dia sendiri terluka parah ketika rumahnya dibom.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengeluarkan peringatan kepada warganya agar tidak pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Seorang jubir kementerian mengatakan kepada BBC bahwa mereka yang nekat berangkat dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Laporan kementerian-kementerian Inggris menyebutkan sekitar 900 orang meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan berbagai kelompok bersenjata Muslim di Suriah, sebanyak 20% di antara mereka sudah tewas, 40% sudah kembali ke Inggris dan sisanya 40% masih berada di kawasan konflik itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DaeshinggrisISISmahasiswasuriahUniversity of Westminster
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih 100 Dokter Alumni Pondok Gontor Perkuat Sistem Penanganan Covid-19
Tulisan selanjutnya Perusahaan China CanSino Lobi Saudi dan Rusia untuk Percobaan Vaksin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?