Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Dituduh ‘Mendeportasi’ Muslim Uighur Melalui Negara Ketiga

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 30 Juli 2020 09:41 9:41 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 30 Juli 2020 09:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Umat Muslim Uighur yang tinggal di Turki, yang sebelumnya diyakini sebagai tempat berlindung yang aman bagi para pengungsi yang melarikan diri dari penindasan di China, semakin berisiko ditahan dan dideportasi ke negara-negara pihak ketiga, di mana mereka dapat berpotensi diserahkan ke China.

Ankara telah mendeportasi sejumlah warga Uighur ke negara ketiga di mana itu membuat China lebih mudah mengamankan ekstradisi mereka, seperti ke Tajikistan, The Sunday Telegraph melaporkan.

Ada beberapa laporan terkait pengungsi Uighur yang menghilang dari Turki terlepas dari sikap tegas Ankara yang menentang perlakuan China terhadap minoritas Muslim itu.

Setidaknya satu juta Muslim, kebanyakan dari mereka merupakan etnis Uighur, diperkirakan ditahan di kamp-kamp provinsi Xinjiang, China.

Beijing juga dituduh mengoperasikan sistem penindasan yang lebih luas yang membatasi kebebasan berekspresi identitas Uighur dan Muslim, serta menggunakan mereka yang ditahan sebagai tenaga kerja paksa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah China berpendapat bahwa kamp-kamp ini adalah “pusat pendidikan ulang” yang dirancang untuk menjauhkan umat Islam dari ekstremisme Islam dan separatisme Uighur.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah muncul sebagai pembela Uighur yang vokal beberapa tahun terakhir ketika berita tentang penindasan dan penahanan mereka terungkap.

Tahun lalu, Ankara menyebut penahanan Uighur sebagai “rasa malu yang besar bagi kemanusiaan”, dengan juru bicara kementerian luar negeri Hami Aksoy menuduh Beijing menarget minoritas untuk “penyiksaan dan cuci otak politik” di kamp-kamp tersebut.

Tetapi para aktivis mengklaim bahwa hubungan ekonomi Ankara dengan China telah memaksanya untuk memenuhi permintaan ekstradisi Tiongkok, meskipun tidak secara langsung.

Semakin dikucilkan oleh Barat karena hubungan hangatnya dengan Rusia, Turki telah meningkatkan kerja samanya dengan China.

Beijing dilaporkan telah menginvestasikan miliaran di negara itu sebagai bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI, dulunya bernama OBOR).

“Tidak ada warga Uighur yang akan diekstradisi langsung ke China. Saya pikir ini tidak akan berubah dalam waktu dekat. Jadi mereka [China] berusaha membuat hidup Uighur sesengsara mungkin, dan mengirim mereka ke negara lain jika memungkinkan,” Ibrahim Ergin, pengacara spesialis kasus deportasi, mengatakan kepada The Sunday Telegraph. “Karena hubungan China dan Turki membaik, orang Uighurlah yang kalah.”

Permintaan ekstradisi China yang menargetkan orang-orang Uighur sering didasarkan pada kesaksian yang dipalsukan, Ergin menduga.

“Saya memiliki daftar 200 akademisi Uighur di Turki. Dalam suatu cara atau cara lainnya, China mengajukan 200 permintaan,” kata Ergin, yang menjelaskan bagaimana beberapa permintaan ekstradisi datang tidak langsung dari Beijing tetapi melalui negara ketiga atau Interpol.

Aktivis juga mengklaim China menekan Ankara untuk mengakhiri aktivisme Uighur di Turki.

“Ada orang yang bekerja untuk China di dalam komunitas kami. Kami dulu berkampanye dan meningkatkan kesadaran di luar semua masjid besar … Mereka tidak lagi membiarkan kami melakukan itu,” kata Ilsan Aniwar, seorang juru kampanye Uighur yang terkenal di Turki.

Aniwar mengatakan kepada The Sunday Telegraph bahwa aktivitasnya ini telah menyebabkan dia ditangkap oleh otoritas Turki beberapa kali selama setahun terakhir. Dia menuduh bahwa para penjaga telah berusaha menipu dia untuk menandatangani perjanjian deportasi sukarela selama penangkapan terakhirnya.

Ankara sebelumnya membantah mengembalikan para pengungsi Uighur ke China.

Pada bulan Mei, duta besar Turki untuk Washington marah setelah seorang senator AS menuduh Ankara “membantu China dalam melanggar hak asasi manusia Uighur”.

Duta Besar Serdar Kilic mengatakan laporan bahwa Turki mendeportasi Uighur ke China adalah “palsu”.

Ankara belum menanggapi permintaan komentar atas laporan deportasi.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaMuslim UighurTurkiTurkistanuighur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seorang Pria yang Mengaku Dirinya Nabi Ditembak Mati di Ruang Pengadilan Pakistan
Tulisan selanjutnya Perbanyak Doa di Hari Arafah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?