Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Haftar Menolak Seruan Pemerintah Libya untuk Gencatan Senjata

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2020 22:27 10:27 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 24 Agustus 2020 22:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Komandan militer pemberontak Khalifa Haftar telah menolak pengumuman gencatan senjata oleh pemerintah Libya, yang telah diakui secara internasional. Tentara pemberontak menuduhnya sebagai aksi “pemasaran”.

Ahmed Mismari, juru bicara Tentara Nasional Libya (LNA) Haftar, mengatakan pada Ahad (23/08/2020) bahwa pasukan pemberontak dari barat negara yang dilanda perang itu sedang bergerak di sekitar garis depan di tengah negara, Al Jazeera melaporkan. Dalam jumpa pers, dia mengatakan pasukan yang berbasis di timur siap untuk menanggapi setiap percobaan serangan terhadap posisinya di sekitar kota pesisir Sirte dan Jufra, lebih jauh ke pedalaman.

Komentar Mismari adalah yang pertama oleh LNA setelah pengumuman pada hari Jumat (21/08/2020) tentang gencatan senjata dan seruan untuk dimulainya kembali produksi minyak oleh Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA). Pemerintah Libya yang diakui secara internasional dan berbasis di Tripoli, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al-Sarraj.

“Inisiatif yang ditandatangani al-Sarraj adalah untuk pemasaran media,” tuduh Mismari. “Ada peningkatan militer dan pemindahan peralatan untuk menargetkan pasukan kami di Sirte,” tambahnya.

“Jika al-Sarraj menginginkan gencatan senjata, dia akan menarik pasukannya kembali, bukan maju menuju unit kami di Sirte.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mismari tidak merujuk pada seruan gencatan senjata paralel yang juga dikeluarkan pada hari Jumat oleh kepala parlemen Libya yang berbasis di timur, Aguila Saleh. Saleh memperoleh pengaruh dibandingkan dengan Haftar sejak dukungan militer Turki untuk Pemerintah memaksa LNA mundur dari serangan 14 bulan di Tripoli pada bulan Juni.

Malik Traina dari Al Jazeera, melaporkan dari Misrata, mengatakan: “Sebelumnya dalam negosiasi atau pembicaraan damai apa pun di Libya, Haftar adalah pihak yang sangat penting dan sangat terlibat dalam pembicaraan semacam ini – dan dia merasa dikesampingkan sekarang.”

Traina mencatat ini bukan pertama kalinya Haftar menolak perjanjian gencatan senjata. Pada Januari, Turki dan Rusia juga mencoba mendukung gencatan senjata yang ditandatangani oleh Pemerintah Libya di Moskow, tetapi tidak oleh Haftar.  “Jika pendukung asing Haftar berhenti mendukungnya, apakah ini berarti GNA akan dapat membuat kemajuan? Apakah ini berarti bahwa Saleh dan al-Sarraj akan dapat mencapai kesepakatan damai dan mewujudkan perdamaian abadi di Libya? Itu masih harus dilihat,” kata Traina.

Sementara itu pada hari Sabtu (22/08/2020), Dewan Tinggi Negara Libya, badan penasehat pemerintah, dengan keras menolak dialog apa pun dengan Haftar.  Dalam sebuah pernyataan, ia menggarisbawahi perlunya bekerja serius untuk mengakhiri “situasi pemberontakan” di negara itu melalui gencatan senjata segera dan kebutuhan untuk memungkinkan pemerintah mengambil kendali atas seluruh wilayah Libya.

“Setiap dialog atau kesepakatan harus berdasarkan kesepakatan politik Libya, yang mengatur mekanisme dialog hanya di antara badan-badan terpilih,” tambahnya.

Dengan loyalis Haftar memblokir fasilitas minyak di negara itu dalam beberapa bulan terakhir, dewan juga menyerukan untuk melanjutkan produksi dan ekspor minyak – sumber pendapatan utama Libya – dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas penutupan fasilitas. Libya terpecah menjadi kelompok politik dan bersenjata yang bersaing setelah pemberontakan yang menggulingkan dan menewaskan penguasa lama Muammar Gaddafi pada 2011.

Negara kaya minyak itu tetap terpecah belah antara faksi-faksi yang berbasis di timur dan barat yang mendukung pemerintah dan parlemen saingan. Konflik di Libya telah menjadi menjadi arena persaingan regional, dengan Haftar didukung oleh Mesir, Rusia, dan Uni Emirat Arab, serta Pemerintah (GNA) yang didukung oleh Turki dan Qatar.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjataGNLibyaPanglima HaftarPemerintah Kesepakatan Nasional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setelah Robohkan Masjid , China Bangun Toilet Umum di Bekas Reruntuhannya
Tulisan selanjutnya Covid 19 China Mau Bareng Indonesia Pakai Vaksin Covid-19 Hasil Kerja Sama Kedua Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?