Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perubahan Iklim, Kota Haarlem Belanda Larang Iklan Daging

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 September 2022 20:37 8:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 September 2022 20:37
Bagikan
Burger
Bagikan

Hidayatullah.com– Kota Haarlem di Belanda menjadi kota pertama di dunia yang melarang iklan daging di tempat publik dalam rangka mengurangi konsumsi dan efek gas rumah kaca guna mengatasi perubahan iklim.

Haarlem, yang terletak sebelah barat dari Amsterdam dan memiliki populasi sekitar 160.000 jiwa, akan memberlakukan larangan itu mulai 2024 setelah daging dimasukkan ke daftar produk yang dianggap berkontribusi terhadap krisis iklim.

Iklan daging tidak boleh dipasang di bus-bus Haarlem, halte dan layar yang berada di tempat umum, lapor The Guardian Selasa (6/9/2022).

Studi terbaru menunjukkan produksi pangan global bertanggung jawab atas sepertiga dari semua emisi pemanasan Bumi, dengan pemanfaatan hewan untuk diambil dagingnya menyumbang dua kali lebih polusi dibandingkan produksi makanan nabati (dari tanaman).

Hutan yang menyerap karbon dioksida ditebang untuk dijadikan tempat penggembalaan hewan sementara pupuk yang digunakan untuk menumbuhkan pakan mereka kaya akan nitrogen, yang dapat berkontribusi terhadap polusi udara dan air, perubahan iklim dan penipisan ozon. Peternakan juga menghasilkan dalam jumlah besar metana, gas rumah kaca yang kuat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penelitian Greenpeace menunjukkan bahwa untuk memenuhi target emisi nol Uni Eropa pada tahun 2050, konsumsi daging harus dikurangi menjadi 24kg per orang per tahun, bandingkan dengan rata-rata 82kg saat ini, atau 75,8kg di Belanda, negara Uni Eropa yang merupakan pengekspor daging terbesar.

Ziggy Klazes, seorang anggota dewan dari Partai GroenLinks, yang menyusun RUU pelarangan iklan daging, mengatakan dirinya tidak tahu Haarlem itu akan menjadi kota pertama di dunia yang menerapkan kebijakan seperti itu ketika dia mengusulkannya.

“Tentu saja, ada banyak orang yang menganggap keputusan itu keterlaluan dan terlalu menggurui, tetapi juga ada banyak orang yang menganggapnya baik-baik saja,” kata politisi wanita itu kepada stasiun radio Haarlem105.

Larangan itu juga mencakup iklan penerbangan liburan, bahan bakar fosil, dan mobil yang menggunakan bahan bakar fosil. Larangan itu ditunda hingga 2024 karena masih ada kontrak yang berlaku dengan perusahaan-perusahaan yang menjual produk tersebut.

Di dalam dewan perwakilan daerah Haarlem terdengar suara penentangan terhadap kebijakan tersebut, yang berpendapat peraturan itu membatasi kebebasan berekspresi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Belandadagingemisi gas rumah kacaHaarlemiklanperubahan iklim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menyamar “Jihadis” Pemuda Mozambik Membakar dan Menjarah Rumah Penduduk
Tulisan selanjutnya Krisis Gas Uni Eropa Buka Kantor di Qatar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?