Hidayatullah.com–Lanjutan negosiasi langsung antara Palestina dan Israel, Rabu (15/9), berlangsung di al-Quds. Sebelumnya, Selasa (14/9), juga telah diadakan pertemuan di Sharm al-Sheikh, Mesir, guna menegaskan keseriusan negosiasi. Demikian dilansir Al-Arabiya (15/9).
Sementara itu, Hussein al-Syeikh, salah seorang anggota Komisi Sentral Fatah mengatakan bahwa yang menjadi hambatan dasar dalam proses negosiasi adalah masalah pemukiman. Dalam sebuah wawancara dengan Al-Arabiya, ia juga menambahkan, kembalinya aktivitas pemukiman di Tepi Barat berarti akan menyebabkan kerusakan negosiasi.
Rencananya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton akan bertolak ke Yordania, Kamis (16/9), guna bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II.
Pertemuan Clinton dengan Raja Abdullah II itu akan membahas mengenai hasil perundingan langsung anatara Palestina dan Israel.
Amerika Serikat juga berusaha untuk mengaktifkan kembali jalur Suriah-Israel. Untuk itulah, akhir pekan ini George Mitchell akan mengunjungi Damaskus.
Saat konferensi pers usai pertemuan di Sharm el-Sheikh, Mitchell mengatakan bahwa pembicaraan berlangsung secara serius. Ia juga menjelaskan, tujuan akhir dari negosiasi tersebut adalah terbentuknya kedua negara yang hidup secara berdampingan, damai dan aman.
Namun Mitchell tidak mau menjelaskan secara detail mengenai perbicaraan dalam pertemuan tersebut, atau sesuatu yang berkenaan dengan pemukiman.[sdz/aby/hidayatullah.com]