Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dihujani Tuduhan Seksual Prancis Pulangkan Dubesnya dari Pantai Gading

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 September 2020 16:01 4:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 September 2020 16:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dubes Prancis untuk Pantai Gading Gilles Huberson dipanggil pulang setelah mendapatkan sejumlah tuduhan kejahatan seksual yang dilakukannya di sejumlah negara.

Laporan koran investigasi Mediapart menyebutkan bahwa lima orang wanita telah memberikan kesaksian tentang perilaku tidak senonoh yang dilakukan Huberson terhadap mereka, lansir RFI Sabtu (19/9/2020).

Meskipun Kementerian Luar Negeri Prancis belum secara resmi memberikan informasi tentang hal itu, kecuali “penarikan administratif” terhadap Huberson, sebagian kalangan mempertanyakan kenapa diplomat senior itu dipanggil pulang ke Paris kurang dari 50 hari menjelang pemilihan presiden Pantai Gading, bekas koloni Prancis, yang diperkirakan akan berlangsung sengit.

Huberson pernah menjabat sebagai duta besar Prancis di Mali antara tahun 2013 dan 2016. Kemudian dia dikirim ke Pantai Gading pada 2017, posisi yang dipandang penting dalam dunia diplomasi di kalangan negara-negara berbahasa Prancis.

Mediapart mengakses sejumlah pernyataan saksi dari para wanita yang terlibat langsung dalam kasus seksual terkait Huberson. Mereka pernah bekerja langsung maupun tidak langsung dengan diplomat Prancis itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa di antara mereka memberikan kesaksian tentang suasana kerja di lingkungan Kedutaan Prancis yang digambarkannya seperti “ruang ganti pakaian”, di mana ujaran dan guyonan cabul kerap diutarakan. Dubes Huberson digambarkan sebagai seorang bos otoriter yang senang menenggak minuman whiskey dan menghisap cerutu.

Para saksi bercerita tentang perilaku Debes Huberson yang pernah “menyosor” wanita yang berusaha diciumnya, dan tuduhan-tuduhan cabul lain.

Menurut informasi yang diterima Radio France Internationale (RFI) Service Afrique yang berbicara dengan Quai d’Orsay (kantor pusat Kemenlu Prancis), pemanggilan pulang Huberson ke Paris tidak bersifat politis dan tidak ada hubungannya dengan kemungkinan ketidaksepahaman antara Presiden Macron dan Presiden Ouattara.

RFI diberitahu bahwa Kementerian Luar Negeri berupaya mencari pengganti Huberson sesegera mungkin sebelum penyelenggaraan pemilihan presiden Pantai Gading 31 Oktober.*  

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diplomatDubesGilles HubersonPantai GadingParisPrancisseksual
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jalur Kereta Api Modern Iraq-Turki akan Dibangun
Tulisan selanjutnya Pemerintah Mesir akan Sita dan Bekukan 89 Aset Ikhwanul Muslimin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?