Hidayatullah.com–Patung kepala pahlawan kemerdekaan India yang tersohor, Mahatma Gandhi, telah diresmikan di ibukota Malawi, Lilongwe, dua tahun setelah para pengkritik berupaya menghalangi didirikannya sebuah patung Gandhi di kota Blantyre.
Rencana awal Komisi Tinggi India untuk mendirikan patung itu pada 2018 mendapatkan penolakan sebagian warga setempat yang membentuk gerakan Gandhi Must Fall.
Mereka beralasan pahlawan India itu semasa hidupnya menggunakan ujaran-ujaran rasis terhadap orang kulit hitam Afrika dan membawa masalah itu ke pengadilan.
Kali ini, peresmian patung kepala plontos Gandhi di Lilongwe itu tidak diumumkan sebelumnya dan para diplomat India berkumpul di lokasi dan kantor mereka mengantisipasi apabila ada aksi-aksi penolakan, lapor BBC Jumat (2/10/2020).
Hari Jumat kemarin bertepatan dengan hari kelahiran Mahatma Gandhi, yang tewas dibunuh oleh pengikutnya sendiri pada tahun 1948 di usia 78.
Peresmian patungnya itu dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Malawi Eisenhower Mkaka yang memuji Gandhi.
“Mahatma Gandhi, yang memimpin gerakan kemerdekaan tanpa perlawanan kekerasan, tidak hanya ikon bagi India tetapi juga ikon dunia yang menggulirkan bila bagi emansipasi dari perjuangan melawan kolonial,” kata Mkaka.
Belum ada reaksi dari Gandhi Must Fall Movement terkait patung tersebut.*