Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Masjid Pantin di Prancis Ditutup Terkait Pembunuhan Guru yang Memamerkan Kartun Nabi Muhammad

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2020 07:43 7:43 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Oktober 2020 07:39
Bagikan
A woman reads a prefectoral decree installed on the entrance gates of the Grand Mosque of Pantin, near Paris, France, October 20, 2020. REUTERS/Antony Paone
Bagikan

Hidayatullah.com–Prancis memerintahkan penutupan sementara sebuah masjid di pinggiran kota Paris terkait perannya dalam kematian Samuel Paty, seorang guru yang memamerkan kartun-kartun Nabi Muhammad ﷺ di dalam kelasnya.

Grande mosquée de Pantin (Masjid Agung Pantin) yang terletak di Seine-Saint- Denis di sebelah utara Paris, di laman Facebook-nya mengunggah video yang kemudian diduga menimbulkan kemarahan sejumlah orang terhadap guru sejarah itu, lansir AFP Selasa (20/10/2020).

Masjid tersebut diperintahkan untuk tutup selama 6 bulan “dengan tujuan tunggal yaitu mencegah aksi-aksi terorisme,” bunyi surat pemberitahuan dari pejabat berwenang.

Ayah seorang siswi berusia 13 tahun murid di kelas Paty, yang kemungkinan tidak masuk sekolah di hari guru itu memperlihatkan kartun-kartun Nabi Muhammad ﷺ, mempublikasikan serangkaian video di laman Facebook-nya di mana dia mengecam pelajaran tersebut dan menyeru agar dilakukan protes.

Masjid Agung Pantin ikut menyebarkan video tersebut, sehingga pesannya meluas dan kemungkinan sampai kepada seorang pemuda Chechnya kelahiran Moskow berusia 18 tahun yang kemudian diduga membunuh Paty pada malam hari Jumat usai jam sekolah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemuda itu ditembak mati petugas kepolisian dekat sekolah di mana Paty mengajar. Bersama mayat pelaku ditemukan kartu identitasnya dan sebilah pisau berdarah.

M’hammed Henniche, ketua pengurus Masjid Agung Pantin, mengungkapkan penyesalannya karena telah ikut membagikan video tersebut, setelah mengetahui Paty menjadi korban intimidasi online sebelum dibunuh.

Kepada AFP Henniche mengatakan bahwa dirinya membagikan video itu bukan untuk menggaungkan keluhan bapak salah satu murid Paty tersebut, melainkan karena khawatir dengan anak-anak Muslim.

Laman Facebook masjid tersebut hari Sabtu menulis kecaman keras atas “pembunuhan sadis” terhadap Paty.

Dalam pesan lain di hari Ahad, laman yang sama menampilkan ajakan agar orang ikut ambil ba Ian dalam aksi di akhir pekan sebagai tribute untuk Paty.*

 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KartunMasjid Agung PantinNabi MuhammadPrancisSamuel Paty
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Profil KH Abdullah Syukri Zarkasyi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Tulisan selanjutnya Warga Sudan Kembali ke Jalan untuk Memprotes Kondisi Kehidupan yang Menyengsarakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Berita
9 Juni 2026 05:00
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Terbaru

  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?