Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Demi Perekonomian Negara Rakyat Pakistan Diminta Kurangi Minum Teh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juni 2022 14:30 2:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juni 2022 14:30
Bagikan
Minum Teh Bisa Mempengaruhi Kekuatan Otak Tingkatkan Kinerja dalam Tugas-tugas Kreatif
Bagikan

Hidayatullah.com– Rakyat Pakistan diminta untuk mengurangi jumlah teh yang mereka minum untuk menjaga perekonomian negara agar tetap bertahan.

Menyeruput lebih sedikit teh akan memotong biaya impor yang tinggi, kata menteri senior Ahsan Iqbal.

Cadangan devisa negara yang rendah – saat ini hanya cukup untuk kurang dari dua bulan untuk semua impor – membuat negara itu sangat membutuhkan dana.

Pakistan adalah importir teh terbesar di dunia, membeli lebih dari $600m (£501m) senilai tahun lalu.

“Saya mengimbau kepada rakyat bangsa ini untuk mengurangi konsumsi teh satu hingga dua cangkir sehari karena kita mengimpor teh dengan uang pinjaman (kredit),” kata Iqbal, seperti dilansir BBC dari media Pakistan Selasa (14/6/2022).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pedagang juga bisa menutup kios pasarnya pada pukul 20.30 untuk menghemat listrik, saran Iqbal.

Permintaan untuk mengurangi konsumsi teh menjadi viral di media sosial. Banyak yang ragu masalah keuangan negara yang serius dapat diatasi dengan mengurangi konsumsi minuman berkafein itu.

Permohonan itu datang karena cadangan mata uang asing Pakistan terus menurun dengan cepat sehingga memberikan tekanan kepada pemerintah untuk memotong biaya impor yang tinggi dan menyimpan dananya.

Cadangan devisa Pakistan turun dari sekitar $16bn (£13,4bn) pada bulan Februari menjadi kurang dari $10bn (£8,3bn) pada pekan pertama bulan Juni, hampir tidak cukup untuk menutupi biaya impor semua barang selama dua bulan.

Bulan lalu otoritas di Karachi membatasi impor lusinan barang mewah yang tidak penting sebagai bagian dari upaya mereka untuk menghemat dana.

Krisis ekonomi merupakan ujian besar bagi pemerintahan Shehbaz Sharif, yang menggantikan Imran Khan sebagai perdana menteri Pakistan.

Tak lama setelah dilantik, Sharif menuduh pemerintahan Imran Khan salah mengelola ekonomi dan mengatakan bahwa pemulihannya akan menjadi tantangan besar.

Pekan lalu kabinetnya meluncurkan anggaran baru senilai $47 miliar yang bertujuan untuk meyakinkan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk memulai kembali program bailout senilai $6 miliar (£5 miliar) yang sebelumnya terhenti.

Kesepakatan IMF itu dinegosiasikan pada 2019 untuk meredakan krisis ekonomi yang diakibatkan oleh pasokan cadangan mata uang asing yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan selama bertahun-tahun. Namun, kesepakatan itu kemudian dihentikan setelah pemberi pinjaman mempertanyakan kebijakan keuangan Pakistan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cadangan mata uang asingDevisaimporPakistanteh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Menghapus Masker Wajah kecuali di Masjidil Haram dan Nabawi
Tulisan selanjutnya Beginilah Cara Penjajah Melemahkan Muslim Jawa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?