Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Empat Negara Eropa Boikot Forum Bisnis Daring Iran Terkait Eksekusi Jurnalis Oposisi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Desember 2020 09:29 9:29 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Desember 2020 09:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Empat negara menarik diri dari forum bisnis online di Teheran, menyusul eksekusi seorang jurnalis yang kerap bersikap kritis terhadap rezim Syiah Iran.

Para dubes yang memboikot forum yang dijadwalkan akan digelar hari Senin (14/12/2020) itu berasal dari Prancis, Jerman, Italia dan Austria.

Panitia acara kemudian mengatakan bahwa mereka menunda acara tersebut, lapor BBC Ahad (13/12/2020).

Boikot dilakukan menyusul eksekusi Ruhollah Zam, yang dituding memanfaatkan aplikasi pesan daring untuk menyulut pembangkangan.

Jurnalis itu mendapatkan suaka di Prancis setelah mendokumentasikan aksi-aksi protes di Iran pada tahun 2017 lewat online news feed yang dibuatnya. Dia kemudian ditangkap di Iraq dan dibawa ke Iran. Ruhollah Zam digantung hingga mati pada hari Sabtu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Prancis menyebut eksekusi itu biada dan tidak dapat diterima, sementera Uni Eropa mengecamnya dengan sangat keras.

Iran membalas tindakan itu dengan memanggil utusan-utusan diplomatik asal Prancis dan Jerman –negara yang sedang mendapat giliran memimpin Uni Eropa- untuk menyampaikan protes.

Kemudian hari Ahad lewat Twitter Prancis mengumumkan bahwa duta besarnya di Iran tidak akan berpartisipasi dalam Europe-Iran Business Forum, bersama dengan tiga utusan diplomatik lain.

Ruhollah Zam merupakan putra dari tokoh spiritual Syiah reformis Mohammad Ali Zam. Ruhollah Zam mengelola Amad News, sebuah website anti-rezim Teheran populer, yang dituding Teheran sebagai pemicu aksi demonstrasi-demonstrasi anti-pemerintah tahun 2017-2018.

Jaringan di aplikasi Telegram yang dibuat Ruhollah memiliki pengikut lebih dari 1 juta. Jaringan itu membagikan viedo-video aksi protes dan informasi yang membongkar borok para pejabat tinggi Iran.

Jaringan itu dihapus oleh Telegram dengan alasan melanggar kebijakan dan mengunggah konten berbahaya, tetapi kemudian dibuka kembali dengan menggunakan nama lain.

Awal tahun ini, Zam dinyatakan bersalah dalam dakwaan “melakukan korupsi di dunia”, salah satu dakwaan paling serius di Iran.

Namun, Amnesty International mengatakan Ruhollah Zam merupakan korban dari proses hukum yang tidak adil dan dipaksa untuk membuat pengakuan bersalah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranjurnalisoposisiRuhollah ZamTeheranUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 413 Warga Palestina Ditahan ‘Israel’ selama Bulan November
Tulisan selanjutnya Warga Inggris Diminta Tidak Menimbun Makanan Menjelang Januari 2021

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?