Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Ungkap Perusahaan yang Memiliki Kaitan dengan Militer China dan Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Desember 2020 08:11 8:11 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Desember 2020 08:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Amerika Serikat pimpinan Presiden Donald Trump hari Senin (21/12/2020) mempublikasikan daftar perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan militer China dan Rusia yang menyebabkan mereka tidak dapat leluasa membeli sejumlah produk dan teknologi buatan AS.

Bulan lalu Reuters memberitakan bahwa Departemen Perdagangan AS sedang membuat draf daftar perusahaan yang menurutkan berkaitan dengan militer China atau Rusia.

Daftar yang dirilis hari Senin tidak memasukkan nama Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), atau anak-anak perusahaan di Hong Kong dari Arrow Electronics yang berbasis di Colorado dan TTI Inc yang berbasis di Texas, sebuah perusahaan distributor elektronik milik Berkshire Hathaway. Nama-nama perusahaan itu ada dalam daftar yang dilihat Reuters bulan lalu.

Daftar yang dirilis hari Senin itu menampilkan 103 nama entitas, atau berkurang 14 dari daftar yang dilihat Reuters pada bulan November. Sebanyak 58 nama dikaitkan dengan China turun dari 89, dan 45 nama entitas dikaitkan dengan Rusia atau naik dari 28.

Sementara nama COMAC dihapus dari daftar, tujuh entitas di bawah Aviation Industry Corporation of China (AVIC) masih tercantum dalam daftar itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perusahaan AS General Electric Co dan Hoeywell International sama-sama memiliki joint ventures dengan AVIC dan menyuplai COMAC, yang memimpin China untuk mengalahkan Boeing Co dan Airbus.

Awal bulan ini, Arrow dan TTI membantah bahwa anak perusahaan mereka memiliki keterkaitan dengan militer dan mereka berupaya agar perusahaannya dicoret dari daftar.

Menteri Perdagangan AS Wibur Ross hari Senin mengatakan bahwa daftar nama itu dapat membantu eksportir AS untuk mengenali siapa pelanggan mereka yang memiliki keterkaitan dengan militer.

Daftar itu dimuat di laman situs Kementerian Perdagangan AS dan dijadwalkan akan ditampilkan untuk inspeksi publik di Federal Register pada hari Selasa.

Musim semi lalu, Departemen Perdagangan AS memperluas definisi “military end users” ketika mereka meninjau mana saja perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan militer.

Kategorinya memasukkan tidak saja institusi angkatan bersenjata dan kepolisian nasional, tetapi juga perorangan atau entitas yang mendukung atau berkontribusi pada pemeliharaan atau produksi barang atau jasa yang berkaitan dengan militer, bahkan meskipun bisnis utama mereka bukan bidang militer.

Perusahaan AS yang akan menjual barang atau jasa mereka kepada pihak “military end users” itu diharuskan mengajukan izin terlebih dahulu, yang kemungkinannya akan ditolak daripada dikabulkan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatchinamiliterrusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belarusia Akan Produksi Vaksin Sputnik V Kuartal Pertama 2021
Tulisan selanjutnya Ulama, Tokoh, dan Ormas Islam Dukung Komnas HAM Usut Tuntas Kasus Penembakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?