Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kamp Pengungsi Suriah di Libanon dibakar, 75 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 28 Desember 2020 20:22 8:22 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 28 Desember 2020 20:22
Bagikan
TRTWorld
Bagikan

Hidayatullah.com — Sebuah kamp pengungsi Suriah di Libanon utara dibakar Sabtu malam setelah perkelahian antara penghuni kamp dan keluarga Libanon setempat, media pemerintah melaporkan. Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mengkonfirmasi kebakaran besar telah terjadi di sebuah kamp di wilayah Miniyeh dan mengatakan beberapa yang terluka telah dibawa ke rumah sakit, tetapi tidak memberikan jumlah pasti, demikian dilansir Al Jazeera hari Ahad (27/12/2020),

“Api telah menyebar ke semua tenda penampungan” – yang terbuat dari terpal plastik dan kayu – juru bicara UNHCR Khaled Kabbara mengatakan kepada kantor berita AFP.

Kamp itu menampung sekitar 75 keluarga, katanya.  Kantor Berita Nasional (NNA) melaporkan bahwa kebakaran itu terjadi setelah “perselisihan” antara anggota keluarga Libanon dan “pekerja Suriah”.

Pemuda lain dari keluarga Libanon kemudian “membakar beberapa tenda pengungsi”, tambah NNA. Pemadam Kebakaran Libanon berusaha mengendalikan kobaran api sementara tentara dan polisi dikerahkan untuk menenangkan perselisihan, menurut laporan itu.

Seorang sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa sempat terdengar suara tembakan, dia juga mengatakan perkelahian di daerah Bhanine dimulai ketika pekerja Suriah menuntut upah yang ditolak majikan mereka.  Namun, sumber yang sama mengatakan kemudian bahwa penyelidikan awal menemukan perselisihan itu bisa jadi dipicu oleh pelecehan terhadap seorang wanita Suriah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Beberapa keluarga telah meninggalkan daerah itu karena ketakutan karena ada juga suara ledakan yang disebabkan oleh ledakan tabung gas rumah tangga,” kata Kabbara.

Libanon mengatakan menampung sekitar 1,5 juta warga Suriah, termasuk sekitar satu juta yang terdaftar sebagai pengungsi di Perserikatan Bangsa-Bangsa.  Pihak berwenang telah meminta pengungsi untuk kembali ke Suriah meskipun kelompok hak asasi memperingatkan bahwa negara yang dilanda perang itu belum aman.

Pada November, sekitar 270 keluarga pengungsi Suriah melarikan diri dari kota Bsharre di Libanon utara setelah seorang warga Suriah dituduh menembak mati seorang warga Libanon, yang memicu ketegangan dan permusuhan yang meluas.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kota BsharreLibanonpengungsi Suriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Selidiki Kematian 6 Anggota FPI, Komnas HAM Mengaku Terima Tindakan Doxing dan Serangan Personal
Tulisan selanjutnya pejuang taliban Qatar Kembali Menjadi Tuan Rumah Putaran Berikutnya dari Pembicaraan Pemerintah Afghanistan-Taliban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?