Hidayatullah.com—Polisi di negara bagian Haryana, India, mengatakan mereka tidak lama lagi akan menggunakan senjata baru untuk mengatasi kerusuhan massa yaitu berupa ketapel.
Anggota kepolisian setempat saat ini sedang dilatih untuk menggunakan senjata itu.
Abishek Jorwl, kepala kepolisian distrik Jind di Haryana, kepada BBC mengatakan bahwa ketapel yang akan dipakai polisi dibuat setelah melalui tahap penelitian dan pengembangan.
Ketapel “yang didesain sedemikian rupa” itu akan menjadi senjata tambahan bagi pasukan anti huru-hara, disamping yang sudah dipakai saat ini seperti tongkat pemukul, gas air mata dan lainnya.
Jorwal mengatakan bahwa “idenya adalah menghindari penggunaan senjata mematikan untuk menghadapi demonstran,” lapor BBC Selasa (9/2/2016).
“Para petugas telah diberi instruksi agar menggunakan ketapel dan gas air mata, dan menyimpan senapan serta peluru sebagai pilihan terakhir,” kata Jorwal.
Kelereng dan bola-bola cabai, dibungkus dalam kantong-kantong kecil yang dibawa petugas kepolisian, akan digunakan sebagai amunisi ketapel.
“Kelereng dan bola-bola cabai tidak akan mengakibatkan kerusakan permanen, tetapi akan dikemas cukup keras untuk memukul mundur pada pengunjuk rasa,” imbuh Jorwal.
Senjata buatan tangan, seperti ketapel, sangat jarang dipakai sebagai senjata oleh petugas keamanan di India. Namun, penggunaan senapan tidak mematikan, semacam senapan pelet (angin), di daerah-daerah yang rentan aksi kekerasan seperti Khasmir telah mengakibatkan luka serius di kalangan pengunjuk rasa maupun orang di pinggir jalan.
Koresponden BBC mengatakan penggunaan kelereng dan benda lain yang ditembakkan dengan ketapel oleh polisi juga dikhawatirkan akan mengakibatkan luka serius di kalangan warga sipil.*