Hidayatullah.com—Kebijakan lockdown diperpanjang dan tidak ada liburan ke luar negeri sampai bulan Mei, demikian dikonfirmasi pemerintah Belanda.
Lockdown diperpanjang sampai 20 April karena situasi belum aman untuk melonggarkan aturan, kata Perdana Menteri Mark Rutte Selasa (23/3/2021) malam kepada reporter.
Pemerintah setuju untuk mengubah jam malam menjadi mulai pukul 10 malam terhitung 31 Maret, menyesuaikan waktu musim panas di mana langit lebih lama terangnya. Rutte mengatakan kebijakan itu didukung sepenuhnya oleh kepala-kepala dewan keselamatan dan kepolisian, lansir Dutch News.
Pemerintah juga meminta warga tidak melakukan perjalanan ke luar negeri sampai pertengahan Mei, menghapus harapan sebagian orang yang berencana bepergian ke luar negeri mulai liburan sekolah 26 April.
PM Rutte menegaskan bahwa situasi yang dihadapi Belanda sama seperti negara-negara tetangganya. Prancis contohnya, memberlakukan lockdown di ibukota dan sejumlah daerah lain. Sementara Jerman sudah mengumumkan lockdown diberlakukan sampai pertengahan April.
Rutte mendesak agar warga Belanda tetap berada di rumah, termasuk selam musim liburan bulan Mei.
“Apabila Anda mematuhi aturan-aturan ini, Anda membantu rumah sakit, sekolah dan lainnya … Perilaku kita merupakan cara tercepat agar aturan dapat dilonggarkan,” kata PM Belanda itu.
Menteri Kesehatan Hugo de Jonge mengatakan bahwa sampai pertengahan bulan Mei diharapkan 4 juta vaksinasi telah dilakukan, semua orang berusia di atas 60 tahun sudah mendapatkan suntikan dosis pertama.
Pada awal Juli, semua orang yang bersedia divaksinasi diharapkan sudah mendapatkan sedikitnya satu suntikan.*