Hidayatullah.com—Italia usir dua diplomat Rusia hari Rabu (31/3/2021) setelah polisi mengatakan mereka telah menangkap seorang kapten angkatan laut karena menjual sejumlah dokumen rahasia ke seorang pejabat militer Rusia.
Kapten tersebut dan seorang staf Kedutaan Rusia ditangkap di sebuah tempat parkir di Roma dan dijerat tuduhan melakukan kejahatan serius berkaitan dengan spionase dan keamanan negara setelah mereka bertemu pada Selasa malam, kata polisi Italia carabinieri seperti dilansir Reuters.
Identitas para tersangka itu secara tidak resmi diungkap identitasnya. Sumber kepolisian mengatakan kapten bernama Walter Biot itu menerima 5.000 euros ($5.900) sebagai imbalan rahasia yang diberikannya.
Kantor berita Italia Ansa mengatakan dokumen NATO termasuk di antara dokumen yang diserahkan ke pihak Rusia, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan sekutu militer Barat.
Italia kemudian memanggil Dubes Rusia Sergey Razov dan mengusir dua pejabat Rusia yang diyakini terlibat dalam apa yang Menteri Luar Negeri Luigi Di Maio sebut sebagai “masalah yang sangat buruk.”
Biot, 54, berpangkat kapten frigat tetapi bekerja di Kementerian Pertahanan di departemen kebijakan keamanan nasional dan mengatur hubungan dengan sekutu-sekutu Italia, kata sebuah sumber kementerian kepada Reuters.
Sebelumnya dia bekerja di unit hubungan luar negeri kementerian tersebut. Nama dan potretnya tampak dalam buku kontak kepresiden Uni Eropa 2014 ketika Italia memimpin blok kerjasama itu.
Kantor-kantor berita Rusia, mengutip keterangan Kedubes Rusia di Italia, mengatakan dua diplomat yang diusir bekerja di kantor atase militer. Para pejabat tidak mengkonfirmasi apakah pejabat militer Rusia yang bertemu dengan kapten Italia itu merupakan salah satu dari dua orang yang diusir tersebut.
Kantor berita Rusia Interfax mengutip seorang anggota parlemen Rusia mengatakan Moskow akan melakukan tindakan balasan setimpal.
Akan tetapi, pernyataan dari Moskow mengisyaratkan Rusia tidak terlalu menganggap besar pengusiran tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa pihaknya menyesali pengusiran itu, tetapi hal tersebut tidak mengancam hubungan kedua negara.
Insiden itu merupakan yang terakhir dalam rangkaian tuduhan spionase Rusia di negara Uni Eropa kurun beberapa bulan terakhir. Pada bulan Maret Bulgaria mengusir pejabat Rusia yang diduga melakukan aksi mata-mata. Belanda melakukan hal serupa pada bulan Desember 2020.
Penangkapan hari Selasa itu diperintahkan oleh pihak kejaksaan menyusul investigasi oleh intelijen Italia dengan dukungan militer, kata polisi.”