Hidayatullah.com—UN High Commission for Refugees (UNHCR) mengganti wakil kepala misinya di Ethiopia, Mathijs Le Rutte, setelah pemerintah menyoroti sikapnya yang dianggap tidak netral dalam masalah konflik di Tigray, kata sejumlah sumber yang dapat diandalkan kepada BBC Amharic Jumat (2/4/2021).
Dalam email berisi jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan BBC, UNHCR mengkonfirmasi bahwa keputusan telah diambil untuk mengganti seorang stafnya, meskipun nama orang tersebut tidak disebutkan.
Seorang pejabat pemerintah mengatakan komplain telah dilayangkan berkenaan sejumlah staf UNHCR, termasuk Mathijs Le Rutte, karena mereka tidak menunjukkan sikap imparsialitas sebagai mana dituntut profesinya.
Tidak jelas apa yang dikeluhkan oleh pemerintah Ethiopia.
Perdana Menteri Abiy Ahmed pada bulan November 2020 mengirim pasukan ke Tigray untuk menghadapi Tigray People’s Liberation Front (TPLF) yang menduduki markas militer di daerah itu.
Ratusan ribu orang dikabarkan kehilangan tempat tinggal akibat konflik tersebut.
Konflik itu juga berdampak terhadap sekitar 100.000 pengungsi Eritrea yang tinggal di kamp-kamp yang dikelola UNHCR di Tigray.
Pada bulan Desember, UNHCR mengangkat isu keselamatan pengungsi, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan bahwa para pengungsi dibunuh, diculik dan dipaksa kembali ke Eritrea.*