Hidayatullah.com—Anggota-anggota partai oposisi terbesar Jerman Alternativ für Deutschland (AfD) sudah menentukan manifesto pemilu mereka, yaitu anti-lockdown, anti-imigrasi dan anti-Uni Eropa.
Dilansir Euronews Senin (12/4/2021), kebijakan yang disebut “Dexit” (Jerman keluar dari Uni Eropa) dilahirkan dalam konferensi dua hari di Dresden, yang membahas strategi untuk menghadapi pemilu September mendatang.
Meskipun ada pandemi Covid-19, 600 orang menghadiri konferensi itu.
Partai itu, yang dibangun dengan dasar menentang kebijakan migrasi Kanselir Angela Merkel, menggunakan pertemuan itu untuk mengukuhkan sikap penentangannya terhadap reunifikasi keluarga pengungsi, menuntut agar kebijakan itu seluruhnya dilarang.
Joerg Meuthen, salah satu ketua partai AfD, hari Sabtu menyeru agar berbagai macam larangan semasa pandemi Covid-19 dibatalkan.
AfD mengalami penurunan signifikan dukungan dari masyarakat Jerman. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan dukungan terhadap partai itu turun menjadi 11 persen dari 13 persen dalam pemilu 2017, ketika partai itu resmi menjadi oposisi di parlemen Jerman.*