Hidayatullah.com–Arab Saudi mengirim 80 metrik ton oksigen ke India di tengah melonjaknya jumlah kasus virus corona. Sementara itu, rumah sakit Indonesia melaporkan kekurangan pasokan oksigen di seluruh negara, kata kedutaan India di Riyadh pada hari Ahad.
“Kedutaan Besar India bangga dapat bermitra dengan Adani Group dan Linde dalam mengirimkan 80 metrik ton oksigen cair yang sangat dibutuhkan ke India,” kedutaan tersebut dalam sebuah ciutan di Twitter. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi atas semua bantuan, dukungan, dan kerja sama mereka.”
#سفارة_الهند_للمملكة: نشكر المملكة على إرسال 80 مليون طن من الأكسجين السائل إلى #الهند لمواجهه التفشي الحاد لڤيروس #كورونا.
@IndianEmbRiyadh #صحيفة_مكة pic.twitter.com/ZrFZ1gDJkE
— صحيفة مكة (@makkahnp) April 25, 2021
Infeksi virus corona India mencapai titik tertinggi sepanjang masa untuk hari kelima berturut-turut pada hari Senin. Sebanyak 352.991 kasus baru telah dilaporkan dalam 24 jam terakhir.
Rumah sakit di seluruh negeri terpaksa menolak pasien setelah kehabisan persediaan oksigen medis dan tempat tidur. Arab Saudi mengirimkan suplai oksigen bekerjasama dengan perusahaan India Adani Group dan perusahaan Inggris M/s Linde.
“Pengiriman pertama 4 tangki kriogenik ISO dengan 80 ton oksigen cair sekarang sedang dalam perjalanan dari Dammam (pelabuhan di Arab Saudi) ke Mundra (pelabuhan di negara bagian barat Gujarat),” tulis Ketua Adani Group Guatam Adani di Twitter. “Hubungan kami dengan Arab Saudi sangat kuat. Kami adalah mitra strategis dan kami saling memperhatikan keprihatinan satu sama lain, ” kata Duta Besar India untuk Arab Saudi Ausaf Sayeed kepada Arab News.
Lusinan negara – termasuk Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris – telah berjanji untuk mengirim pasokan medis dan mengerahkan petugas kesehatan untuk membantu India menangani gelombang kedua virus tersebut. “Karena India sedang mengalami masa-masa sulit dan kekurangan oksigen, kami menghubungi negara-negara sahabat seperti Arab Saudi untuk melihat kemungkinan mengimpor oksigen,” tulis Arab News mengutip pernyataan duta besar.*