Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anak Pendiri Negara Guinea Dituduh Melakukan Perbudakan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 April 2018 16:04 4:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 April 2018 16:04
Bagikan
Ahmed Sekou Toure dan istri
Bagikan

Hidayatullah.com—Putra dari presiden pertama Guinea Ahmed Sekou Toure dituduh memperbudak seorang anak perempuan selama 16 tahun di rumah mereka di Amerika Serikat.

Dilansir BBC Jumat (27/4/2018), Mohamed Toure dan istrinya Denise Cros-Toure, keduanya berusia 57 tahun, dikabarkan membawa anak perempuan itu dari Guinea ke Texas ketika masih berusia 5 tahun.

Mohamed Toure dan istrinya memaksa gadis belia itu melakukan pekerjaan rumah dan merawat anak-anak mereka, serta menjadi korban kekerasan fisik dan emosional pasangan tersebut, kata Departemen Kehakiman AS dalam rilis pers.

Dalam persidangan di pengadilan federal di Fort Worth disebutkan bahwa anak itu tidur di lantai dan dipukuli istri Toure dengan sabuk dan kabel listrik. Dia juga kerap dibentak dan diusirnya ke luar rumah tanpa bekal uang, kartu identitas serta tanpa kemampuan berbahasa Inggris yang memadai.

Pada suatu hari dia pernah ditemukan polisi saat tertidur di bangku taman. Polisi menggambarkan kondisinya saat itu “mengenakan pakaian kotor lusuh” dan “kelihatan sangat ketakutan serta gugup,” lapor Washington Post mengutip laporan polisi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Petugas kepolisian itu lantas mengembalikannya ke rumah keluarga Toure, karena mengira anak itu kabur dari rumah.

Gadis malang itu kabarnya berhasil melarikan diri dari rumah Toure di Southlake pada Agustus 2016 “dengan bantuan beberapa orang bekas tetangga,” kata Departemen Kehakiman AS.

Menurut laporan Washington Post pengacara pasangan suami-istri itu, Scott Palmer, membantah semua tuduhan. Kepada koran tersebut dia mengatakan bahwa tuduhan itu “murahan, dibuat-buat dan dusta.” Dia menambahkan bahwa majikannya memperlakuan gadis itu seperti anak perempuannya sendiri.

Pasangan suami-istri Toure terancam hukuman penjara 20 tahun jika dinyatakan bersalah.

Mohamed Toure saat ini menjabat sekretaris jenderal Partai Demokrat Guinea (DPG), yang didirikan oleh ayahnya. DPG merupakan satu-satunya partai politik yang dinyatakan legal selama 26 tahun pemerintahan Ahmed Sekou Toure yang berkuasa mulai kemerdekaan Guinea sampai 1984.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmed Sekou ToureAmerika SerikatDenise Cros-ToureMohamed ToureNegara Guineaperbudakan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hari Protes Anti Pemerintah di Tanzania, kok Jalanan Malah Sepi?
Tulisan selanjutnya Ribut Soal Pembantu Rumah Tangga, Diplomat Filipina Diusir Kuwait

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?