Hidayatullah.com—Sedikitnya empat tentara terbunuh dalam serangan terhadap sebuah pos militer Kamerun di wilayah Barat yang berbatasan dengan daerah pemberontak petutur bahasa Inggris berjuang untuk melepaskan wilayahnya.
Pemimpin separatis Mark Bareta mengunggah sebuah rekaman video di Facebook dan mengatakan bahwa serangan itu merupakan aksi balasan karena tentara menangkap tiga warga sipil penduduk teritori Anglofone (berbahasa Inggris).
Seorang anggota dewan distrik Ngalim di wilayah Barat mengkonfirmasi kabar serangan atas pos militer Menfoung tersebut, tetapi tidak memberikan keterangan lebih lanjut, lansir BBC Sabtu (1/5/2021).
Wilayah Barat, khususnya daerah Menoua dan Bamboutos, kerap menjadi target serangan kelompok separatis.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sedikitnya 3.500 orang sudah tewas di teritori Anglofone di bagian Barat Laut dan Barat Daya Kamerun sejak konflik separatisme pecah akhir 2016.
Para aktivis Anglofone mengatakan negara yang mayoritas penduduknya berbahasa Prancis itu memarjinalkan minoritas penduduk berbahasa Inggris.*