Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Dari Mesir

Wakalah Al Ghauri, Pasar Dunia-Akhirat di Kairo

Thoriq
Terakhir diupdate: 3 Juni 2021 00:20 12:20 am
Thoriq
Dipublikasikan 3 Juni 2021 08:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | Sebuah lorong, yang diapit dua bangunan besar tak jauh dari masjid Al Azhar. Dua bangunan itu memang terlihat berbeda dengan bangunan-bangunan lainnya, lebih tua dengan corak khas jika dibanding bengunan-bangunan bergaya “modern” yang ada di sekitarnya. Di lorong yang penuh desak dengan para penjual pakaian dan hilir mudik para pembeli. Tembok bagian bawah bangunan itu dipenuhi dengan warna-warni pakaian yang dipajang oleh para pedagang kaki lima. Lorong itu, orang biasa menyebut sebagai pasar Al Ghauri.

Dulu, bangunan yang mengapit lorong pasar itu tidak lain adalah sebuah pondok sufi, sedangkan bangunan yang berhadapan dengannya adalah masjid sekaligus kutab, lokasi anak-anak mempelajari Al Qur`an. Namun kini yang difungsikan tinggallah masjid saja. Tidak jauh dari itu berdiri wakalah Al Ghauri yang bertingkat lima, yang kini menjadi monumen. Ya, dulu wilayah ini merupakan komplek Al Ghauri.

Dalam peradaban Islam sendiri, wakalah memiliki peran penting tidak hanya dalam menumbuhkan kekuatan ekonomi negeri, lebih dari itu, ia pendukung pembangunan ruh spiritual, dimana biasanya para penguasa mewakafkan bangunan itu untuk kepentingan para sufi.

Wakalah sejatinya adalah tempat persinggahan para pedagang rukadz, yakni mereka yang berpindah-pindah dari satu negeri ke negeri lainnya untuk menjual barang dagangannya. Di sarana perdagangan itu tersedia gudang dan untuk wakalah Al Ghauri gudang terdapat di lantai dasar. Sedangkan tempat peristirahatan para pedagang berada di lantai lebih atas. Dalam wakalah disedikan penitipan barang berharga juga tempat hewan tungganan beristirahat.

Biasanya, para pedagang begitu tiba di wakalah mereka menurunkan dagangannya di halaman wakalh, lalu melaksanakan shalat dua rakaat. Saat itu, pedagang lokal melihat-lihat barang dagangan tersebut lalu bertanya-tanya mengenai barang-barang itu, juga mengenai negeri-negeri yang telah dilalui oleh si pedagang.

Baca Juga

Kalian Orang Indonesia, Punya Banyak Keutamaan
Al Azhar, Orang-Orang Tunanetra dan Louis Braille
“Mengalir” Bersama Wahyu, Warga Mesir punya Cara
“Ta’ashub, Tapi Berdasarkan Ilmu”
Al Azhar, “Surga” Penuntut Ilmu Hadits

Disamping wakalah, berdiri khaniqah, alias pondok untuk para sufi yang hanya berjarak 30 meter. Di khaniqah, para sufi dididik oleh para mursyid dalam melakukan ibadah-ibadah untuk taqarub kepada Allah. Para penghuninya adalah pribadi-pribadi yang tidak berfikir kecuali alam akhirat. Di tempat ini makanan, minuman, pakaian dan obat-obatan telah tercukupi. Sedangkan Sultan Al Ghahuri sendiri yang membangun komplek itu 909-910 H akhirnya dimakamkan di khaniqah tersebut.

Berhadapan dengan khaniqah, bangunan madrasah kutab sekaligus masjid yang juga terdapat sabil, sarana penyediaan air minum yang diperuntukkan kepada para musafir.

“Dulu sabil di tempat itu,” kata penjaga masjid di seberang khaniqah, sambil menunjuk pagar yang menutup celah di tembok masjid. Masih menurut sang penjaga, sekarang semuanya dijadikan masjid, termasuk sekolahnya. “Itu pada zaman dulu,” lelaki bergamis hitam itu menegaskan.

Kini, meski semua telah menjadi monumen, dan tidak difungsikan lagi serta tentu suasana lingkungan dan kondisinya sudah sangat berbeda jika dibandingkan ketika masa “kejayaanya”, setidaknya ada ibrah yang bisa diambil. Adanya, pusat perdagangan, sekaligus pondok sufi, masjid, kutab serta sabil dalam satu komplek yang disebut Majmu’ah Al Ghauri ini menunjukkan, betapa para penguasa Muslim di kala itu tidak hanya memperhatikan faktor materi, namun spiritual sekaligus sosial.

Wakalah Al Ghauri mengingatkan kepada kita juga, bahwa dengan berurusan dengan dunia, kita tidaklah otomatis harus meninggalkan akhirat. Ya, di Majmu’ah Al Ghauri ini, dunia dan akhirat berjalan beriringan dengan harmonis.*

 

 

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al GhauriMesirpasarWakala Al Ghauri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islamofobia Austria Islamofobia: Austria Memasang Tanda Peringatan ‘Islam Politik’ di Seluruh Negeri
Tulisan selanjutnya vaksinasi calon jamaah haji WHO: COVID-19 Tidak Akan Berakhir sampai 70% Populasi Dunia Divaksinasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Dari Mesir

Tradisi Periwayatan Hadits dalam Peringatan Maulid Azhariyun

27 Desember 2015 04:45
Catatan Dari Mesir

Shahih Al Bukhari, Al Azhar dan Sultan Abdul Hamid II

8 Maret 2015 19:24
Catatan Dari Mesir

Sanad Al Arba’in An Nawawiyah Mesir Melalui 7 Ulama Indonesia

30 Januari 2015 21:29
Catatan Dari Mesir

Majelis Tafsir Al Jalalain di “Masjid Pemberontak”

6 Desember 2014 00:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?