Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tokoh Syiah Iran dan Pendiri Hizbullah Meninggal karena Covid-19

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 8 Juni 2021 13:06 1:06 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 8 Juni 2021 13:06
Bagikan
pendiri hizbullah iran
Bagikan

Hidayatullah.com–Ali Akbar Mohtashamipour, seorang tokoh Syiah yang menjabat sebagai duta besar Iran untuk Suriah ketika menjadi pendiri kelompok militan Lebanon Hizbullah, telah meninggal karena virus corona.

Mohtashamipour meninggal di sebuah rumah sakit di Teheran utara setelah tertular virus, kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah melaporkan pada hari Senin, lapor TRT World pada Selasa (08/06/2021).

Tokoh, yang selalu mengenakan sorban hitam (dalam tradisi Syiah sorban hitam adalah penanda keturunan langsung Nabi Muhammad), telah tinggal di kota suci Syiah Najaf, Irak, selama 10 tahun terakhir.

Sekutu dekat mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini, Mohtashamipour pada 1970-an membentuk aliansi dengan kelompok-kelompok militan Muslim di seluruh Timur Tengah.

Setelah Revolusi Islam, ia membantu mendirikan paramiliter Garda Revolusi di Iran dan sebagai duta besar untuk Suriah membawa pasukan ke wilayah tersebut untuk berkontribusi sebagai pendiri Hizbullah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di tahun-tahun terakhirnya, ia perlahan-lahan bergabung dengan gerakan reformis di Iran, berharap untuk mengubah teokrasi Republik Syiah dari dalam. Dia mendukung para pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi dan Mahdi Karroubi dalam protes Gerakan Hijau Iran setelah pemilihan kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad tahun 2009 yang disengketakan.

“Jika seluruh rakyat menjadi sadar, menghindari tindakan kekerasan dan melanjutkan konfrontasi sipil mereka dengan itu, mereka akan menang,” kata Mohtashamipour pada saat itu, meskipun Ahmadinejad pada akhirnya akan tetap menjabat. “Tidak ada kekuatan yang dapat melawan keinginan rakyat.”

Pemimpin Tertinggi Iran saat ini Ayatollah Ali Khamenei memuji Mohtashamipour atas “jasa revolusionernya,” sementara Presiden Hassan Rouhani mengatakan tokoh itu “mengabdikan hidupnya untuk mempromosikan gerakan Islam dan realisasi cita-cita revolusi.”

Lahir di Teheran pada tahun 1947, Mohtashamipour bertemu Khomeini sebagai tokoh tetap di pengasingan di Najaf setelah diusir dari Iran oleh Shah Mohammad Reza Pahlavi. Pada 1970-an, ia melintasi Timur Tengah berbicara kepada kelompok-kelompok militan pada saat itu, membantu membentuk aliansi antara Iran dan Organisasi Pembebasan Palestina saat memerangi ‘Israel’.

Setelah ditangkap oleh Irak, Mohtashamipour menemukan jalannya ke kediaman Khomeini di pengasingan di luar Paris. Mereka kembali dengan penuh kemenangan ke Iran di tengah Revolusi 1979.
Pada tahun 1982, Khomeini mengerahkan Mohtashamipour ke Suriah, yang saat itu berada di bawah pemerintahan diktator Hafez Assad. Sebagai diplomat, Mohtashamipour mengawasi jutaan dolar yang mengalir untuk mendanai operasi Garda Revolusi di wilayah tersebut.

Lebanon, yang saat itu didominasi oleh Suriah, yang mengerahkan puluhan ribu tentara di sana, mendapati dirinya diserang oleh ‘Israel’ pada tahun 1982 ketika Zionis mengejar PLO di Lebanon. Dukungan Iran mengalir ke komunitas Syiah yang diduduki Israel. Itu membantu menciptakan kelompok militan baru yang disebut Hizbullah.

AS menuduh Hizbullah dalang di balik pengeboman Kedutaan Besar AS di Beirut tahun 1983 yang menewaskan 63 orang, serta pengeboman setelahnya terhadap barak Marinir AS di ibukota Lebanon yang menewaskan 241 tentara AS dan serangan lain yang menewaskan 58 pasukan terjun payung Prancis. Hizbullah dan Iran membantah terlibat.

“Pengadilan menemukan bahwa tidak diragukan lagi bahwa Hizbullah dan agen-agennya menerima dukungan material dan teknis besar-besaran dari pemerintah Iran,” tulis Hakim Distrik AS Royce Lamberth pada tahun 2003.

Pendapat Lamberth, mengutip seorang pejabat intelijen Angkatan Laut AS, yang secara langsung menyebut Mohtashamipour diperinthakan Teheran untuk menghubungi Hizbullah yang baru lahir untuk “menghasut serangan terhadap koalisi multinasional di Lebanon, dan ‘untuk mengambil tindakan spektakuler terhadap Marinir Amerika Serikat.’”

Sebuah obituari IRNA tentang Mohtashamipour hanya menggambarkannya sebagai “salah satu pendiri Hizbullah di Lebanon” dan menyalahkan “Israel” atas pemboman yang melukainya. Itu tidak membahas tuduhan AS tentang keterlibatannya dalam pemboman bunuh diri yang menargetkan orang Amerika.

Pada saat upaya pembunuhan terhadapnya, badan intelijen Israel Mossad telah menerima persetujuan dari Perdana Menteri Yitzhak Shamir saat itu untuk mengejar Mohtashamipour, menurut “Rise and Kill First,” sebuah buku tentang pembunuhan Israel oleh jurnalis Ronen Bergman.

Mereka memilih untuk mengirim bom yang disembunyikan di dalam sebuah buku tentang “volume luar biasa dalam bahasa Inggris tentang tempat-tempat suci Syiah di Iran dan Irak” pada Hari Valentine tahun 1984, tulis Bergman.

Bom meledak ketika Mohtashamipour membuka buku itu, merobek tangan kanannya dan dua jari di tangan kirinya. Tapi dia selamat, kemudian menjadi menteri dalam negeri Iran dan menjabat sebagai anggota parlemen garis keras di parlemen sebelum bergabung dengan reformis pada 2009.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ali Akbar MohtashamipourGarda Revolusi IranHizbullahmilisi Syiah Hizbullah LebanonSyiah Iran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BPKH Persilahkan Dana Haji Diambil, Tapi dengan Konsekuensi Kehilangan Antrean
Tulisan selanjutnya anggaran permendikbudristek 30 PKS Pertanyakan Anggaran Kemendikbudristek yang Turun Hingga Rp8 Triliun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?