Hidayatullah.com—Partai rasis kanan-jauh Prancis Rassemblement National (RN) kembali memilih Marine Le Pen sebagai pemimpinnya hari Ahad (4/7/2021), tanpa ada kandidat pesaingnya.
Menyusul hasil mengecewakan baru-baru ini dalam pemilihan daerah, Le Pen berharap dapat memulihkan momentum partai menjelang pemilihan presiden tahun depan. Dengan suara dukungan lebih dari 98 persen dalam pemilihan ketua partai, sepertinya politisi wanita itu mendapat kekuatan baru.
Le Pen, yang sangat membenci Islam, menerima pesan selamat dan pujian lewat Twitter dari sejumlah organisasi dan tokoh kanan-jauh Eropa lain, seperti Katalin Novak politisi Hungaria dari Partai Fidesz dan kelompok nasionalis Italia Fratelli D’Italia, lansir Euronews.
Terpilihnya Le Pen itu beriringan dengan kesepakatan beberapa partai kanan-jauh Eropa untuk menandatangani deklarasi bersama yang bertujuan untuk mereformasi Eropa. Penandatangan kesepakatan itu antara lain Politisi Italia Matteo Salvini, politisi Hungaria Viktor Orban, serta Marine Le Pen.
Mereka bertekad membentuk sebuah koalisi besar di Parlemen Eropa.
Le Pen mengklaim UE semakin lama semakin menjadi alat kekuatan radikal yang ingin menciptakan sebuah negara super yang akan menghancurkan tradisi-tradisi dan prinsip-prinsip moral Eropa.*