Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dilecehkan, Polwan Kuwait Diperdebatkan Lagi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juli 2010 12:43
Bagikan
Bagikan


Hidayatullah.com–Setelah terjadinya kembali pelecehan atas polisi wanita di mall, eksistensi polisi wanita kembali mengusik sebagian pejabat di negara Kuwait yang semenjak awal menentang keikutsertaan mereka di dalam korps militer dan polisi.

Anggota parlemen yang menentang keberadaan polisi mengatakan, pelecehan terjadi karena polisi wanita tidak mengikuti aturan berpakaian wanita muslim. Dalam banyak kasus, mereka mengenakan celana panjang ketat dengan kemeja yang dimasukkan.

Sebagaimana dilansir Al-Arabiya, anggota parlemen Muhammad Al-Hayif menyeru Perdana Menteri Syeikh Jabir Al-Khalid agar polwan diberi pekerjaan administratif saja, karena tidak cocok ikut memanggul senjata, patroli atau bertempur.

Hayif dan anggota parlemen lain yang diberi label konservatif, seperti Walid Al-Tabtabai dan Falah Al-Sawagh menyebut Perdana Menteri seperti tinggal di menara gading dan tidak menyadari bahwa menugaskan polisi wanita di lapangan justru menimbulkan masalah.

Tidak hanya melanggar aturan berpakaian muslimah, menurut Hayif, ide polisi wanita juga bertentangan dengan budaya bangsa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Liberal Dukung Polwan

Sementara itu kaum liberal Kuwait menentang pendapat para wakil rakyat yang sepaham dengan Hanif, yang dianggap mendiskriminasi wanita dan menghalangi mereka berbaur dengan masyarakat di berbagai bidang.

Dr. Badr Al-Shibani, profesor psikologi di Universitas Kuwait mengatakan, masalah terletak pada ketidakbiasaan orang-orang Kuwait melihat wanita yang berseragam. Sama seperti masyarakat negara Teluk lainnya.

“Untuk ini saya menyalahkan Menteri Dalam Negeri dan Informasi,” ujarnya kepada Al-Arabiya (15/7).

“Mereka seharusnya mempersiapkan masyarakat untuk keterlibatan wanita dalam kepolisian. Jika mereka melakukan itu, masyarakat tidak akan marah dengan kehadiran polwan.”

Menurut Shibani, pelecehan yang terjadi hanyalah kasuistik yang dibesar-besarkan media.

“Media mengangkatnya di luar porsi sehingga kelihatannya seperti (seluruh) polwan dilecehkan,” ujarnya.

Penulis Dina Al-Tarrah mengatakan, pelecehan tidak hanya menimpa polwan, tapi juga jurnalis, dan pengacara wanita.

“Kita semua ingat bagaimana awal penderitaan dokter wanita hingga masyarakat bisa menerimanya,” tambah wanita itu.

Meskipun mendukung peran wanita yang semakin meningkat dalam kepolisian, pengacara Mubarak Al-Shamri menilai keputusan untuk menugasi polwan di tempat-tempat umum cukup tergesa-gesa.

“Perempuan seharusnya memulai dengan melakukan pekerjaan kantor sampai masyarakat siap melihat mereka berpatroli di jalan-jalan atau di pusat perbelanjaan. Kurangnya kesadaran masyarakat ini yang memicu terjadinya pelecehan,” katanya.

Tiru Saudi

Perdebatan semacam ini juga terjadi pada Maret lalu, ketika para wanita di kepolisian mendapat pelatihan menggunakan senjata. Waktu itu muncul juga masalah keengganan polisi pria untuk memberi hormat kepada atasan mereka yang wanita.

Tahun 2008, pemerintah Kuwait memperbolehkan wanita ambil bagian menjadi anggota kepolisian. Para pejabat ketika itu beralasan, hal tersebut perlu dilakukan untuk mengatasi kendala pemeriksaan atas wanita, yang tidak mungkin dilakukan oleh polisi pria.

Hayif dan rekan-rekan di parlemen akan mengajukan pertanyaan kepada Perdana Menteri di sesi sidang yang akan datang, karena di awal dulu Perdana Menteri pernah berjanji bahwa polisi wanita akan diperintahkan untuk mengenakan pakaian yang layak (menutup aurat).

Jika ingin memasukkan wanita sebagai anggota polisi, Hayif pernah menyaranan agar meniru Arab Saudi, yang menugaskan mereka dalam pekerjaan administratif dan jika berada di lapangan harus mengenakan jubah dan kerudung yang pantas. [di/arb/wrdt/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 1 Wakil Indonesia Juara dalam Kompetisi Al-Quran di Iran
Tulisan selanjutnya Jelang Ramadhan, Aparat Tuban Razia Tempat Mesum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?