Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bekas Presiden Bolivia Jeanine Anez Didakwa Kudeta dan Genosida

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2021 14:56 2:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Agustus 2021 14:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bekas presiden sementara Jeanine Anez faces Didakwa melakukan “genosida” terhadap pendukung Evo Morales dan melakukan kudeta di Bolivia.

Kejaksaan Bolivia hari Jumat mengatakan bahwa bekas presiden interim eanine Anez akan didudukkan sebagai terdakwa dalam kasus kematian 22 demonstran pada tahun 2019.

Tuduhan terhadapnya “sementara diklasifikasikan sebagai genosida, menyebabkan cedera serius dan ringan, dan cedera yang mengakibatkan kematian” selama unjuk rasa di kota Sacaba dan Senkata di Bolivia, kata Jaksa Agung Juan Lanchipa, lansir DW Jumat (20/8/2021).

Langkah hukum itu diambil menyusul laporan dari Organization of American States (OAS) yang dirilis hari Selasa yang mengklaim bahwa pasukan keamanan Bolivia melakukan pembantaian ketika Anez mengambil alih kursi kepresidenan menyusul pengunduran diri Evo Morales.

Bolivia diguncang aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh penjuru negeri setelah pemimpin sosialis Evo Morales dinyatakan menang pemilu October 2019.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Demonstran mengklaim di melakukan kecurangan dalam pemilu, tuduhan yang kemudian didukung oleh laporan OAS.

Setelah Evo Morales melarikan diri ke luar negeri karena nyawanya terancam, politisi konservatif Anez mengambil alih kursi kepresidenan. Kala itu Anez merupakan anggota parlemen paling senior di negara Amerika Selatan itu.

Partainya Morales, Gerakan Sosialisme (MAS), memboikot pengangkatan Anez, menuding pemerintahan sementara itu melakukan kudeta.

Setelah pergantian kepemimpinan aksi unjuk rasa terus berlangsung, bahkan menewaskan 37 orang.

“Pembantaian” yang dituduhkan OAS terjadi dalam 2 demonstrasi di mana 20 pendukung Morales kehilangan nyawanya saat bentrok dengan polisi.

Kemudian pemilu baru digelar pada Oktober 2020 dan kandidat presiden dari MAS, Luis Arce, menjadi presiden dengan dukungan suara besar.

Arce berjanji untuk mencari keadilan bagi para pengunjuk rasa yang tewas setelah dia dilantik pada November.

Mantan presiden Morales kemudian kembali ke negara itu dan diberikan pengampunan bersama dengan semua yang ditangkap dalam demonstrasi.

Pada Maret 2021 polisi menangkap Anez dengan tuduhan terorisme dan melakukan kudeta terhadap Morales. Sejak itu wanita tersebut ditahan di dalam sel.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BoliviaEvo MoralesJeanine Anez
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Loloskan Kebijakan Tiga Anak
Tulisan selanjutnya Ribuan Orang Terlular Covid-19 Saat Laga Final Euro 2020 di Stadion Wembley

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?