Hidayatullah.com– Salah satu pendiri kelompok Taliban tiba di kota Kabul pada Sabtu (21 /8/2021) untuk proses pembentukan pemerintahan baru di Afghanistan. Mullah Abdul Ghani Baradar bersama dengan para pendiri lain dan pemimpin senior Taliban diharapkan untuk memetakan pembentukan pemerintahan yang lebih inklusif, kutip AFP.
Taliban sebelumnya telah bersumpah bahwa aturan kedua kelompok itu akan berbeda dari yang pertama 20 tahun lalu. Ia mengklaim tindakannya akan dimintai pertanggungjawaban dan akan menyelidiki laporan tentang reaksi atau perilaku brutal anggota Taliban.
Pernyataan itu dikeluarkan oleh juru bicara gerakan pada hari Sabtu setelah meningkatnya kekhawatiran jika masih akan mempertahankan cara pemerintahan ultrakonservatif sebelum digulingkan pada tahun 2001. “Kami telah menerima pengaduan tentang beberapa insiden yang melibatkan masyarakat. Jika Thalib (anggota gerakan) terlibat, mereka akan diselidiki.
“Kami memahami perasaan campur aduk termasuk panik dan takut dengan kebangkitan kelompok ini. Kali ini, kami akan bertanggung jawab atas setiap tindakan dan tidak akan melepaskannya,” katanya.
Menurut dia, mereka sekarang berencana untuk mempersiapkan model pemerintahan baru di Afghanistan yang akan melihat para ahli agama, hukum dan kebijakan luar negeri Taliban diharapkan untuk mempresentasikan kerangka administrasi baru dalam beberapa minggu ke depan. “Kerangka baru tidak sesuai dengan definisi demokrasi Barat. Ini akan melindungi hak setiap orang,” jelasnya.
Dalam perkembangan terkait, salah satu pendiri gerakan, Mullah Abdul Ghani Baradar dilaporkan tiba di Kabul untuk berpartisipasi dalam negosiasi pembentukan pemerintah ‘inklusif’ seperti yang diumumkan sebelumnya. Sementara itu, proses evakuasi dari Afghanistan berlanjut pada hari keenam dengan ribuan orang menyerbu gerbang bandara Kabul.
Proses keberangkatan sempat terhenti beberapa jam setelah fasilitas kedatangan di Qatar mencapai kapasitas penuh.*