Hidayatullah.com—Polandia dan Belgia mengakhiri evakuasi mereka dari Afghanistan, sementara negara-negara Eropa lain hari Rabu (25/8/2021) €¹mengatakan akan terus mengangkut orang keluar dari negara itu sampai tenggat waktu yang ditetapkan, yaitu akhir bulan ini.
Marcin Przydacz, Salah satu wakil menteri luar negeri Polandia, mengatakan negaranya sudah mengevakuasi kelompok terakhirnya. “Kami tidak bisa lagi mempertaruhkan nyawa diplomat dan tentara kami,” kata Przydacz seperti dikutip Associated Press.
Sejumlah tentara Polandia akan tetap tinggal sebentar untuk menuntaskan operasi, kata Przydacz. Polandia menggunakan lebih dari selusin pesawat untuk membawa ratusan pengungsi ke Warsawa. Beberapa kemudian melakukan perjalanan ke negara lain.
Beberapa jam kemudian, Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengatakan negaranya mengakhiri penerbangan evakuasi yang membawa orang-orang dari Kabul ke Pakistan. “Belgia akan terus merepatriasi ke negara kami orang-orang yang telah dievakuasi tersebut” dalam beberapa hari mendatang, kata De Croo. Sejauh ini sudah lebih dari 1.100 orang diterbangkan ke Belgia.
Republik Ceko mengumumkan misi evakuasinya sendiri selesai pekan lalu, dan Hungaria mengatakan pihaknya berencana segera mengakhiri operasinya.
Beberapa hari terakhir ribuan orang berbondong-bondong menuju bandara Kabul dan AS serta sekutunya bekerja keras untuk mempercepat evakuasi, bahkan terkadang menerbangkan orang keluar sebelum dokumen mereka sepenuhnya diproses dan membawa mereka ke tempat transit. Pada hari Rabu, 51 orang mendarat di Uganda, negara Afrika pertama yang menjadi titik transit.
Untuk saat ini, militer AS masih mengoordinasikan semua lalu lintas udara masuk dan keluar dari bandara Kabul.
Taliban mengatakan akan mengizinkan lalu lintas udara komersial berjalan normal untuk ketika mereka mengambil alih kendali bandara setelah 31 Agustus – batas akhir penarikan pasukan Amerika Serikat. Namun, tetapi tidak jelas apakah adakah maskapai akan bersedia terbang ke bandara Afghanistan apabila Taliban berkuasa.
Juru bicara Taliban Suhail Shaheen lewat Twitter mengatakan bahwa “orang dengan dokumen resmi” akan dapat terbang keluar dari bandara Kabul dengan penerbangan komersial setelah akhir Agustus.
Sementara tanggal penarikan terakhir pasukan asing hanya kurang dari seminggu lagi, analis Patricia Lewis mengatakan tenggat waktu praktis untuk proses evakuasi masih “beberapa hari ke depan.”
“Masih ada banyak hal yang harus dilakukan, termasuk mengeluarkan semua orang yang melakukan pekerjaan itu (proses evakuasi) serta semua peralatannya,” kata Lewis, yang merupakan direktur program keamanan internasional di Chatham House, sebuah wadah pemikir internasional.
“Semua negara sekutu sangat bergantung pada AS untuk perlindungan militer, terutama perlindungan udara,” kata Lewis. “Mereka tidak dapat membahayakan orang-orang mereka sendiri, jadi hal itu sangat tergantung pada kapan AS mulai berkemas.”*