Hidayatullah.com—Lebih dari 200 unjuk rasa digelar di berbagai daerah di Prancis pada hari Sabtu (28/8/2/21) guna memprotes “paspor kesehatan”, kebijakan yang diberlakukan pemerintah untuk meredam penyebaran Covid-19. Sudah tujuh pekan berturut-turut warga Prancis turun ke jalan setiap akhir pekan guna menentang kebijakan tersebut.
Total 160.000 orang berunjuk rasa di seluruh penjuru Prancis pada hari Sabtu, kata Kementerian Dalam Negeri seperti dilansir RFI.
Sampai awal malam Sabtu, pihak berwenang mencatat 222 aksi protes terpisah yang dilakukan oleh masyarakat, termasuk 14.500 orang yang turun ke jalan di Paris.
Enam belas orang ditangkap dan tiga personel kepolisian dikabarkan terluka ringan dalam aksi protes akhir pekan kemarin.
“Vaksin bukan solusi,” kata Helene Vierondeels, seorang pensiunan peserta unjuk rasa yang digelar kelompok sayap kanan di Paris. Menurutnya pemerintah lebih baik melanjutkan kebijakan pembatasan kegiatan.
Di Bordeaux, beberapa pengunjuk rasa mengatakan mereka menolak memvaksinasi anak-anaknya, beberapa hari sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Kami bukan tikus laboratorium,” kata seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang ikut berunjuk rasa bersama ayahnya.
“Kita hidup di negara bebas, tidak ada kebijakan yang membenarkan vaksinasi massal,” kata ayahnya, menyamakan tekanan untuk vaksinasi dengan pemerkosaan.
Di bawah sistem “Covid pass”, yang diberlakukan secara progresif sejak pertengahan Juli, siapa pun yang ingin memasuki restoran, teater, bioskop, kereta jarak jauh, atau mall harus menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif Covid-19.
Pemerintah bersikeras izin itu diperlukan untuk mendorong agar semakin banyak orang yang bersedia disuntik vaksin dan untuk menghindari kemungkinan lockdown nasional keempat.
Peserta unjuk rasa akhir pekan kemarin secara keseluruhan menurun sedikit dibandingkan pekan sebelumnya, yang diikuti 175.000 orang. Selain di Paris, demonstrasi digelar antara lain di Marseille, Toulouse, Bordeaux, Montpellier, Lille dan Strasbourg.
Sekitar 200.000 orang ikut berunjuk rasa pada akhir pekan sebelumnya, menurut angka Kementerian Dalam Negeri.
Akan tetapi, para penyelenggara demonstrasi mengklaim angka sesungguhnya dua kali lipat dibandingkan jumlah yang diumumkan kepolisian.
Data dari badan kesehatan masyarakat Prancis Santé Publique France menunjukkan bahwa kota-kota yang paling banyak berdemonstrasi merupakan kota-kota yang tingkat vaksinasinya paling rendah.
Menurut angka terbaru di Prancis, 11.162 pasien saat ini dirawat di rumah sakit karena Covid-19.*