Hidayatullah.com — Aljazair melarang pesawat-pesawat militer Prancis terbang di atas wilayahnya, kata militer Prancis, sementara pertikaian diplomatik di antara kedua negara memanas.
Pesawat-pesawat militer Prancis biasa melintasi wilayah udara Aljazair untuk mencapai kawasan Sahel dan sekitarnya, di mana tentara Prancis dikerahkan untuk menghadapi kelompok-kelompok bersenjata Muslim.
Langkah itu diambil sehari setelah Aljazair memanggil pulang duta besarnya di Prancis, menuding Paris berusaha mencampuri urusan dalam negerinya.
Aljazair mengatakan langkah tersebut merupakan tanggapan atas komentar yang diutarakan Presiden Emmanuel Macron yang dikutip oleh media Prancis.
Macron dikutip mengatakan bahwa negara bekas koloni Prancis itu diperintah oleh sebuah “sistem politik-militer” yang sejarah resminya bukan berdasarkan pada fakta, melainkan pada kebencian terhadap Prancis, lansir BBC Ahad (3/10/2021).
Pekan lalu, Prancis memangkas jumlah visa yang diberikan kepada warga negara Aljazair, serta Maroko dan Tunisia.*