Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengungkap Pemerkosaan dan Penganiayaan di Penjara Rusia Minta Suaka di Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Oktober 2021 19:47 7:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Oktober 2021 19:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bekas narapidana yang membocorkan video pemerkosaan dan penganiayaan di dalam penjara di Rusia berada di Prancis guna mengajukan suaka.

Sergei Savelyev mendapatkan izin untuk memasuki wilayah Prancis untuk mengajukan suaka dalam waktu delapan hari, kata pengacaranya Aude Rimailho kepada AFP Senin malam (18/10/2021).

Pria kelahiran Belarusia itu pergi meninggalkan Rusia setelah dibebaskan dari penjara pada Februari, karena khawatir akan diculik atau bahkan dibunuh.

Dia menyelundupkan rekaman-rekaman video ke luar dari sebuah penjara di kota Saratov di bagian tengah Rusia. Di antara rekaman video itu menunjukkan sejumlah napi mengencingi beberapa napi lain, serta rekaman pemerkosaan brutal.

Sebagian dari video yang diselundupkan – Saratov menyelundupkan total lebih dari 1.000 video – sudah dipublikasikan oleh Gulagu.net, sebuah kelompok peduli HAM Rusia, sehingga mendorong pihak berwenang melakukan investigasi dan memecat beberapa pejabat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penyiksaan dan pemerkosaan terhadap narapidana kabarnya merupakan masalah sistemik yang meluas di Rusia, kata pemantau penjara Rusia. Namun, baru kali ini ada banyak rekaman video yang mengungkap kebenaran kabar tersebut.

Berbicara secara eksklusif kepada AFP, Savelyev mengatakan dia tidak punya pilihan selain berbicara.

“Secara psikologis, sangat sulit untuk menyimpan hal seperti ini untuk dirimu sendiri. Apa lagi yang bisa dilakukan apabila Anda mengetahui hal seperti itu?” kata pria berusia 31 tahun itu kepada AFP hari Ahad di bandara Charles de Gaulle, Prancis.

Dipidana karena perdagangan narkoba, Savelyev menjalani hukuman 7,5 tahun penjara dan dibebaskan lebih awal karena berperilaku baik, membantu pekerjaan di dalam penjara dengan keterampilannya sebagai pakar IT.

Tugasnya dalam bidang IT maintenance memberikannya akses ke server internal penjara tempatnya menjalani hukuman serta penjara-penjara lain. Di sana dia menemukan video rekaman berbagai kekerasan biadab yang terjadi di berbagai penjara di Rusia.

Dia kemudian menyimpan filenya ke dalam USB sticks yang disembunyikannya dekat pintu keluar penjara dan diambilnya di hari saat dia dibebaskan.

Savelyev pulang kembali ke Belarusia, kemudian dia pergi ke Turki dan Tunis sebelum akhirnya mendarat pada Jumat malam di Paris, di mana dia mengajukan permohonan suaka.

Dia masih memiliki banyak video lain yang dikumpulkannya semasa di dalam penjara, tetapi dia menolak mengatakan apa yang akan dilakukannya terhadap file tersebut.

Dia sekarang mengaku takut akan tindakan balasan yang mungkin akan dilakukan oleh Badan Penjara Federal Rusia (FSIN) dan badan keamanan Rusia FSB, yang merupakan penerus dari dinas intelijen era Uni Soviet KGB.

Pengacaranya, Rimailho, mengatakan ada “ketakutan serius” dia akan menjadi korban penghilangan paksa atau bahkan eksekusi apabila kembali ke Minsk, ibukota Belarusia, yang memiliki hubungan erat dengan Rusia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelarusiapenjaraPrancisrusiaSergei Savelyev
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ikhwanul muslimin Dua Presenter TV Dipenjara 15 tahun karena “Berhubungan dengan Ikhwanul Muslimin”
Tulisan selanjutnya PM Pedro Sanchez Janjikan Partainya akan Mempidanakan Prostitusi di Spanyol

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?