Hidayatullah.com–Tim kesehatan bagi jamaah haji asal Inggris dipangkas oleh Kementerian Luar Negeri, dengan alasan permintaan jasa kesehatan haji berkurang dan layanan medis di Saudi semakin baik.
Lebih dari 25.000 orang Inggris akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Ketiadaan tim kesehatan yang mendampingi mereka, dikhawatirkan akan berdampak pada individu, komunitas, kolega, dan juga kesehatan nasional.
Selama 11 tahun terakhir Kemenlu Inggris membiayai penerbangan dan akomodasi sekitar 8 dokter, yang bertugas memberikan layanan kesehatan bagi ribuan jamaah haji Inggris selama 3 pekan. Mereka tidak dibayar, mengambil cuti atau membayar dokter lain guna menggantikan tugas mereka. Tahun 2007 tim medis Inggris merawat 5.967 orang, dan tahun lalu 2.504 pasien.
Kemenlu menyangkal alasan meniadakan tim medis tahun ini adalah untuk memangkas anggaran.
Dr. Muhammad Jiva, yang telah ikut dalam tim medis selama 5 tahun mengatakan, “Meskipun pemerintah Saudi menyediakan fasilitas kesehatan selama musim haji, kami khawatir dengan masalah akses terhadap layanan tersebut, karena jamaah dari seluruh dunia mengandalkan fasilitas yang diberikan Saudi.”
Menurut Jiva, tim medis Inggris bisa mengunjungi pasien langsung ke lokasi, jika pasien terlalu sakit untuk bisa pergi ke pusat layanan kesehatan. Mereka juga bisa terjun langsung ke lokasi kecelakaan yang terkadang mengakibatkan luka parah, memerlukan amputasi atau bahkan meninggal dunia. Pihak Saudi tidak memiliki tenaga medis yang cukup untuk bisa memberikan pelayanan langsung hingga ke komunitas mereka.
Menurut sebuah jurnal medis Lancet terbitan November silam sebagaimana dikutip Guardian, tingkat kepadatan jamaah di lokasi ibadah haji bisa mencapai 7 orang per satu meterpersegi. Kondisi itu meningkatkan resiko terjadinya penularan berbagai penyakit lewat makanan, wabah meningokokus, kelelahan akibat panas dan penyakit pernapasan. Ketika kembali ke negaranya mereka berpotensi membawa serta bibit penyakit.
Menurut jurubicara Kantor Kemenlu Inggris, pemerintah hanya akan memberikan bantuan konsular, tanpa bantuan medis bagi para jamaah haji asal Inggris.
“Keputusan untuk tidak mengikutsertakan tim medis dalam delegasi haji bukan sebuah langkah untuk memotong biaya. Selama 11 tahun sejak pertama kali dokter Inggris mengikuti jamaah haji, kami melihat dari tahun ke tahun ada peningkatan layanan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah Saudi. Fasilitas medisnya sekarang berstandar sangat tinggi, dan bisa mengakomodasi kasus kecil hingga kasus serius.” Terlebih katanya, pemerintah Saudi menjamin bahwa jamaah haji Inggris bisa menggunakan semua fasilitas kesehatan secara penuh.
Tahun ini diperkirakan ada 4 juta jamaah haji dari seluruh dunia dan Kementerian Kesehatan Saudi telah mendirikan 21 rumah sakit yang menyediakan layanan kesehatan gratis.[di/grd/hidayatullah.com]