Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aung San Suu Kyi Dkk Dikenai Dakwaan Tambahan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 November 2021 09:20 9:20 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 November 2021 09:20
Bagikan
Min Aung Hlaing dan Aung San Suu Kyi
Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing bersama Aung San Suu Kyi
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin Myanmar yang digulingkan militer Aung San Suu Kyi menghadapi lebih banyak tuduhan, berupa “penipuan pemilu dan tindakan melanggar hukum”.

Dia termasuk di antara 16 orang yang didakwa pada hari Selasa (16/11/2021), bersama presiden terguling Win Myint dan mantan walikota Nay Pyi Taw, Myo Aung.

Junta menjerat Suu Kyi dengan berbagai tuduhan sejak dia ditahan menyusul kudeta 1 Februari, mulai kepemilikan walkie-talkie ilegal hingga melanggar UU kerahasiaan era kolonial.

Suu Kyi, 76, tidak muncul di publik dan ditempatkan dalam tahanan rumah.

Seorang jubir sebuah kelompok pro-demokrasi yang baru dibentuk, National Unity Government, mengatakan kepada BBC bahwa Suu Kyi dalam kesusahan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dia tidak OK… Dia akan didakwa, dihukum. Para jenderal militer menyiapkan hukuman penjara 104 tahun untuknya. Mereka ingin dia mati di dalam penjara,” kata Dr Sasa.

Sementara itu kepada BBC seorang jubir militer mengatakan bahwa Suu Kyi diperlakukan baik selama dalam tahanan rumah.

“Maksud saya kami membiarkan dia tinggal dengan orang-orangnya di dalam sebuah rumah meskipun dia berstatus tahanan rumah,” kata Mayjen Zaw Min Tun.

“Kami mengusahakan yang terbaik untuknya, apa yang dia mau atau apapun yang ingin dia makan,” imbuhnya.

Namun, para pengacara Suu Kyi mengatakan junta melarang mereka berbicara soal kasus kliennya kepada publik, dan utusan PBB yang ingin melihat kondisinya tidak diperbolehkan masuk ke Myanmar.

Mayjen itu mengatakan bahwa utusan PBB tersebut tidak diperbolehkan masuk karena “saat ini bukan waktu yang tepat… kami tidak dapat menyetujui tuntutan mereka… dan apa yang mereka katakan tentang Myanmar tidak konstruktif.”

Dia menambahkan bahwa PBB perlu mengakui pemerintah militer Myanmar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu Kyijunta militermyanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Beritahu Karyawan Ada Wabah Covid-19, Amazon Bersedia Didenda $500.000
Tulisan selanjutnya Shell Akan Relokasi Ke Inggris, Pemerintah Belanda Geram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Berita
29 Agustus 2026 19:05
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Sultan Perak Dorong Persaudaraan Muslim Redam Persaingan Politik

Terbaru

  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
  • Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
  • Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?