Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pria Muslim Korban Keberutalan Polisi India: Dipukuli, Dicukur Jenggotnya dan Diberi Air Kencing

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Desember 2021 14:29 2:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Desember 2021 15:30
Bagikan
muslim india
Bagikan

Hidayatullah.com — Seorang pria Muslim mengalami kekerasan dan pelecehan selama intograsi yang dilakukan aparat kepolisian Bengalaru, India. Pria yang bernama Tausif itu diduga disiksa selama kurang lebih tiga jam di Polsek Batrayanapura oleh Subinspektur Polisi Harish.

Dalam sebuah keterangan video korban yang beredar di media sosial, Tausif mengaku diikat dan dipukuli hingga pingsan saat polisi turun tangan dalam sebuah kasus yang menyangkut masalah keluarga dan mencoba menginterogasinya. Tausif akhirnya dirawat di rumah sakit hari Kamis setelah kejadian dan tidak dapat berjalan.

Menurut Siasat, Tausif memiliki masalah dengan seorang teman terkait uang. Dalam kasus ini, temannya mengajukan pengaduan ke polisi, tetapi pengaduanya ia tarik kembali.

“Itu adalah masalah keluarga yang berkaitan dengan uang. Teman saya telah mengajukan pengaduan yang kemudian dia tarik. Bahkan kemudian polisi menjemput saya pada jam 2 pagi dan saya dipukuli secara brutal dengan tongkat pemukul. Empat petugas polisi termasuk seorang perwira bintang dua, dua polisi, dan seorang petugas kriminal, menyiksa saya selama berjam-jam, ”kata Tausif sambil menceritakan cobaan yang dialaminya dalam sebuah video.

Tidak cukup itu, Sub-inspektur polisi Harish, juga diduga memberikan komentar yang menghina agama Tausif dan mencukur jenggotnya dengan paksa. “Mereka dengan paksa memotong janggut panjang saya dan ketika saya meminta air, mereka memberi saya sebotol urin sebagai gantinya. Mereka menendang, menginjak-injak saya, dan juga melukai bagian pribadi saya,” kata Tausif dikutip Siasat, Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di kantor polisi, korban diminta tidur di dekat toilet. Tidak cukup sampai di situ, ia juga akan disiksa jika tidak menuruti kemauan polisi.

“Saya tidak diberi ranjang untuk tidur tapi disuruh tidur di dekat toilet. Mereka menendang saya untuk membangunkan saya dan menyuruh saya menyapu kantor polisi. Ketika saya menolak memenuhi tuntutan mereka, mereka menampar saya dan bahkan memukul kepala saya,” tambahnya.

Melihat hal ini, ibu Tausif yang hadir di rumah sakit bersamanya menuntut keadilan bagi putranya. “Mereka membawa pergi putra saya dengan mengatakan bahwa dia melakukan kesalahan. Mereka memotong janggutnya dan memaksanya meminum air kencing dengan paksa. Saya meminta Anda untuk memberi keadilan bagi anak saya. Hari ini mereka mengincar anakku, besok anakmu. Apakah tidak ada hukum di negara ini?” tanya ibu korban yang mengaku hatinya hancur.

Menurut catatan, kasus kekerasan yang menimpa Tausif merupakan insiden kedua kebrutalan polisi terhadap Muslim di Bengaluru, India. Baru-baru ini seorang pria berusia 22 tahun kehilangan lengannya setelah polisi diduga memukulinya secara brutal, menggantungnya hingga terbalik.

Pada bulan Oktober, Salman, seorang warga Varthur di Bengaluru timur, ditangkap dan ditahan secara ilegal oleh polisi selama tiga hari dalam kasus pencurian kecil, sebuah aki mobil. Salman menjadi korban kebrutalan polisi setelah dia menolak mengakui kejahatan yang tidak pernah dia lakukan itu.

Salman dijemput petugas polisi berpakaian preman yang datang dengan kendaraan pribadi. Dia dibawa ke stasiun dan diinterogasi.

Setelah dia membawa mereka tempat penjual baterai curian, aparat membawa Salman ke stasiun, menyiksanya dan memaksa untuk mengakui kejahatan lain. Saat dibebaskan, Salman meminum beberapa obat penghilang rasa sakit dengan asumsi lukanya normal hingga cederanya makin memburuk dan dia harus dirujuk ke rumah sakit.

Saat itulah dia diberitahu bahwa infeksinya telah parah sehingga rumah sakit harus mengamputasi lengannya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaMuslimpolisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aljazair Bersedia Beri Hibah Palestina 100 Juta Dolar
Tulisan selanjutnya kota istanbul Studi di Inggris: Istanbul Kota Paling Terjangkau untuk Pindah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?