Hidayatullah.com–Anak keenam meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita dalam kecelakaan bouncy castle di Australia pekan lalu, kata pihak kepolisian.
Chace Harrison, 11, hari Ahad (19/12/2021) dilucuti alat penopang hidupnya di sebuah rumah sakit di Hobart, tiga hari setelah kecelakaan itu.
Dia merupakan satu dari sembilan anak yang terjatuh dari ketinggian 10 meter ketika wahana permainan karet tempat mereka bersenang-senang terangkat ke udara tertiup angin kencang, di halaman sekolahnya di Devonport, Tasmania.
Dua anak saat ini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Lima anak lain yang kehilangan nyawanya adalah Addison Stewart (11), Zane Mellor (12), Jye Sheehan (12), Jalailah Jayne-Maree Jones (12), dan Peter Dodt (12).
Seorang anak lelaki terluka dan dipulangkan dari rumah sakit pada hari Jumat. Dia mengunjungi
sekolahnya Hillcrest Primary School pada hari Ahad dan memberikan penghormatan terakhir kepada teman-teman sekelasnya yang telah tiada.
Masih belum jelas bagaimana insiden itu terjadi. Polisi mengatakan mereka masih menyelidiki apakah wahana karet itu terikat dengan baik ke tanah.
“Kami tidak ingin gegabah, tetapi kami memahami bahwa masyarakat menginginkan kejelasan,” kata Komisioner Kepolisian Tasmania Darren Hine hari Ahad (19/12/2021) seperti dilansir BBC.
Petugas dari New South Wales akan diberangkatkan ke Tasmania pekan ini untuk membantu proses investigasi.
Polisi mengatakan ada sekitar 40 anak serta guru dan orang dewasa lainnya di acara yang digelar pada hari terakhir sekolah sebelum liburan semester itu.
Hine mengatakan petugas akan berusaha mengumpulkan semua bukti untuk menuntaskan penyelidikan.
Tragedi itu mengguncang Devonport – kota yang berpenghuni kurang dari 30.000 jiwa – dan mengejutkan warga di berbagai penjuru Australia.
Aksi penggalangan dana online untuk keluarga korban sejauh ini mengumpulkan lebih dari A$1,3 juta (£700.000; $930.000).*