Hidayatullah.com–Pengadilan Jerman memgganjar seorang bekas guru dengan hukuman seumur hidup karena membunuh dan memutulasi seorang pria yang dikenalnya lewat situs kencan.
Dilansir BBC Sabtu (8/1/2022), hakim di Berlin mengatakan bahwa Stefan R, 42, membunuh insinyur listrik tersebut disebabkan fantasinya tentang kanibalisme.
Bekas guru itu ditahan pada bulan November 2020 setelah beberapa tulang korban ditemukan oleh orang-orang yang berjalan-jalan di sebuah taman di Berlin bagian utara.
Sepekan sebelumnya ibu dari korban melaporkan putranya yang berusia 43 tahun itu menghilang.
Kedua pria itu membuat janji bertemu untuk melakukan hubungan seksual di apartemen Stefan R di distrik Pankow, di daerah mana pelaku mengajar matematika di sebuah sekolah swasta. Media lokal Berlin melaporkan bahwa pelaku pembunuhan itu menggunakan nama CanOpener79 di forum kencan.
Sebelumnya pelaku mengunjungi ruang-ruang obrolan online di mana orang membicarakan kanibalisme.
Penyidik mengatakan korban tewas beberapa jam setelah keduanya bertemu dan menemukan sebuah gergaji tulang dan pisau jagal ketika petugas menggeledah rumah pelaku.
Dalam persidangan Stefan R mengatakan bahwa dia menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa di ruang tengahnya pada pagi hari setelah mereka melakukan hubungan seks. Oleh karena panik, dia memutuskan untuk melenyapkan jasadnya.
Dia menggunakan mobil sewaan untuk membuang potongan mayat korban di beberapa tempat di bagian utara Pankow. Tinggal bagian organ seksual korban yang belum ditemukan.
“Fantasi seksual atau fantasi penjagalan bukanlah sebuah tindak kejahatan,” kata pengacara pembelanya, meminta agar kasusnya dihentikan. Mereka berdalih korban kemungkinan tewas akibat campuran obat-obatan yang ditenggaknya.
Namun, jaksa penuntut berargumen kriteria pembunuhan sudah terpenuhi dalam kasus ini, mengingat korban dijebak dan pelaku bertindak untuk memuaskan hasrat seksualnya dan memungkinkan untuk melakukan tindak kejahatan lebih lanjut.
Meskipun demikian, ada indikasi kuat yang menunjukkan bahwa korban sendiri tertarik dengan kanibalisme.*