Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

300 Tentara Bayaran Ditarik dari Libya atas Permintaan Prancis

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 11 Januari 2022 11:21 11:21 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 11 Januari 2022 12:00
Bagikan
Tentara bayaran Rusia
Bagikan

Hidayatullah.com — Kementerian Luar Negeri Prancis kemarin mengkonfirmasi bahwa sekitar 300 tentara bayaran asing telah ditarik dari Libya timur.

Hal itu menyusul pengumuman oleh pasukan Libya Jenderal Khalifa Haftar pada November lalu di Konferensi Internasional untuk Libya. Dalam pertemuan yang diadakan di Paris itu, pihak Haftar mengatakan bahwa tentara bayaran asing akan meninggalkan negara itu atas permintaan Prancis.

Komitmen ini muncul satu bulan setelah perwakilan militer dari pemerintah Prancis dan pasukan oposisi, yang dikenal sebagai 5+5 Libyan Joint Military Commission (JMC), menandatangani Rencana Aksi yang komprehensif untuk penarikan tentara bayaran (atau biasa disebut kontraktor) dan pasukan asing dari Libya.

Dilansir Middle East Monitor, Jubir Kemenlu Prancis, Anne-Claire Legendre, mengatakan penarikan itu merupakan “sinyal pertama yang positif setelah konferensi 12 November”.

Dia menambahkan bahwa penarikan “sekarang harus ditindaklanjuti dengan implementasi secepat mungkin dari proses lengkap penarikan tentara bayaran, pejuang asing dan pasukan asing.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Legendre tidak merinci dari mana pasukan bayaran itu berasal. Namun Reuters melaporkan bahwa para diplomat telah mengindikasikan bahwa mereka berasal dari negara tetangga Chad.

Kontraktor yang tersisa di Libya termasuk personel dari perusahaan keamanan swasta Rusia, Wagner, yang saat ini aktif bersama Tentara Nasional Libya (LNA) yang berbasis di timur. Desember lalu, Ketua Dewan Tinggi Negara, Khalid Al-Mishri, mengatakan bahwa dia yakin lebih dari 7.000 tentara bayaran Wagner Rusia saat ini dikerahkan di Libya.

Berbicara di Forum Dialog Politik Libya pada tahun 2020, penjabat utusan PBB untuk Libya, Stephanie Williams, memperingatkan bahwa setidaknya 20.000 tentara asing dan bayaran menyebabkan “krisis serius” di negara itu.

Penarikan awal akan datang sebagai tanda kemajuan yang disambut baik di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung seputar pemilihan umum yang akan diadakan pada 24 Desember. Penundaan pemilihan di tengah perselisihan yang sedang berlangsung telah meningkatkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang disepakati tahun lalu antara faksi-faksi Libya yang bertikai dapat menjadi lebih berbahaya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Khalifa HaftarLibyaPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berfantasi Kanibalisme Pria Gay Jerman Mutilasi Teman Kencannya
Tulisan selanjutnya Senin 10 Januari Amerika Serikat Laporkan 1,13 Juta Infeksi Baru Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?