Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hukuman Mati Bagi Pembunuh Dua Pakar PBB di RD Kongo

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Januari 2022 15:40 3:40 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Januari 2022 15:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Puluhan anggota milisi dijatuhi hukuman mati di Republik Demokratik Kongo karena keterlibatan mereka dalam pembunuhan dua pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Zaida Catalan (warga Swedia-Chile) dan Michael Sharp (warga Amerika Serikat) diculik dan dibunuh di daerah Kasai pada 2017.

Mereka adalah tenaga ahli yang ditugaskan PBB untuk menyelidiki dugaan adanya kuburan massal setelah terjadinya bentrokan bersenjata antara pasukan pemerintah dengan sebuah kelompok militan.

Penerjemah mereka, Betu Tshintela, juga dibunuh. Mayat ketiga orang itu ditemukan 16 hari setelah diculik.

Kepala Catalan ditemukan dalam keadaan terpenggal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

PBB sangat terkejut dengan pembunuhan sadis itu dan kala itu, Sekjen PBB António Guterres mengatakan organisasi itu “akan melakukan segala hal yang mungkin dilakukan untuk memastikan keadilan ditegakkan.”

Ratusan orang tewas dalam konflik di Kasai yang berakhir pada 2017. Lebih dari satu juta orang mengungsi akibat konflik bersenjata itu, yang dimulai setelah seorang pemimpin tradisional bernama Kamwina Sapu tewas dibunuh pada Agustus 2016.

Hukuman mati terhadap para terdakwa pembunuhan kedua pakar PBB itu dikeluarkan oleh pengadilan militer RD Kongo, mengakhiri proses persidangan yang berlangsung selama empat tahun.

Dari 51 terdakwa, hampir semuanya anggota milisi, diganjar hukuman mati. Akan tetapi, RD Kongo sudah menyatakan moratorium eksekusi, sehingga mereka kemungkinan besar akan dikurung dalam sel seumur hidup.

Puluhan terdakwa itu menghadapi beragam dakwaan, mulai dari terorisme dan pembunuhan hingga kejahatan perang lewat cara mereka memutilasi korban, lapor AFP Sabtu (29/1/2022).

Kolonel Jean de Dieu Mambweni, yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, didakwa melanggar perintah. Dua orang lain – seorang jurnalis dan seorang anggota kepolisian – dinyatakan bebas dari tuduhan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kuburan MassalMichel SharpPBBRD KongoZaida Catalan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wanita Amerika Ditangkap dengan Tuduhan Memimpin Batalion Wanita ISIS
Tulisan selanjutnya Orang Kaya Inggris Ini Nipu Miliran Dolar, Akan Diekstradisi ke AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Berita
13 Oktober 2026 17:01
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?