Hidayatullah.com–Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel menyetujui ekstradisi seorang taipan teknologi ke Amerika Serikat guna menghadapi dakwaan penipuan.
Keputusan itu muncul setelah Mike Lynch, pendiri Autonomy, kalah dalam kasus penipuan bernilai miliaran dolar di pengadilan London hari Jumat (27/1/2022).
Lynch menjual oerusahaannya ke raksasa teknologi asal AS giant Hewlett Packard dengan harga $11 miliar (£8 miliar) pada tahun 2011.
Dia dituduh memanipulasi akuntansi perusahaan untuk menggelembungkan nilai perusahaan itu sebelum dijual.
Pada tahun 2012, hanya setahun setelah pembelian, HP mengumumkan write-down (pengurangan taksiran nilai perusahaan) Autonomy sebesar $8,8 miliar.
HP menggugat pendiri Autonomy dan bekas kepala keuangannya, Sushovan Hussain, sekitar $5 miliar, mengklaim bahwa mereka “secara artifisial menggelembungkan pendapatan, pertumbuhan pendapatan, dan margin kotor yang dilaporkan oleh Autonomy”.
Hakim Hildyard mengatakan bahwa HP secara substansial memenangkan gugatan itu, lebih dari dua tahun setelah proses hukum kasus perdata penipuan yang diyakini terbesar di Inggris itu mulai digelar. Kasusnya sendiri melewati proses persidangan selama lebih dari 9 bulan pada tahun 2019.
Namun, hakim mengatakan HP kemungkinan akan menerima kurang dari jumlah kerugian yang mereka tuntut.
Lynch selalu membantah tuduhan itu dan mengatakan pada hari Jumat bahwa dia akan mengajukan banding, lansir The Guardian.
Sementara itu Hussain dinyatakan bersalah pada April 2018 di Amerika Serikat dalam dakwaan penipuan kawat dan kejahatan lain yang berkaitan dengan penjualan Autonomy dan dihukum penjara lima tahun.
Keputusan pengadilan hari Jumat itu bertepatan dengan tenggat di hari yang sama bagi Mendagri untuk memutuskan aapkah Lynch bisa diekstradisi ke AS guna menghadapi 14 dakwaan konspirasi dan penipuan.
Seorang jubir Kemendagri Inggris mengatakan bahwa berdasarkan Extradition Act 2003 menteri harus menandatangani surat perintah ekstradisi apabila tidak ada alasan yang menghalanginya. Permintaan ekstradisi diajukan ke Kemendagri setelah hakim memutuskan bahwa seseorang bisa diekstradisi.
Pengadilan Inggris sudah memberikan lampu hijau ekstradisi Dr Michael Lynch ke AS pada 28 Januari 2022, kata jubir kementerian tersebut.
Tim pengacara salah satu miliarder Inggris itu menegaskan bahwa Lynch akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi di London.*