Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Orang Kaya Inggris Ini Nipu Miliran Dolar, Akan Diekstradisi ke AS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Januari 2022 16:58 4:58 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Januari 2022 16:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel menyetujui ekstradisi seorang taipan teknologi ke Amerika Serikat guna menghadapi dakwaan penipuan.

Keputusan itu muncul setelah Mike Lynch, pendiri Autonomy, kalah dalam kasus penipuan bernilai miliaran dolar di pengadilan London hari Jumat (27/1/2022).

Lynch menjual oerusahaannya ke raksasa teknologi asal AS giant Hewlett Packard dengan harga $11 miliar (£8 miliar) pada tahun 2011.

Dia dituduh memanipulasi akuntansi perusahaan untuk menggelembungkan nilai perusahaan itu sebelum dijual.

Pada tahun 2012, hanya setahun setelah pembelian, HP mengumumkan write-down (pengurangan taksiran nilai perusahaan) Autonomy sebesar $8,8 miliar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

HP menggugat pendiri Autonomy dan bekas kepala keuangannya, Sushovan Hussain, sekitar $5 miliar, mengklaim bahwa mereka “secara artifisial menggelembungkan pendapatan, pertumbuhan pendapatan, dan margin kotor yang dilaporkan oleh Autonomy”.

Hakim Hildyard mengatakan bahwa HP secara substansial memenangkan gugatan itu, lebih dari dua tahun setelah proses hukum kasus perdata penipuan yang diyakini terbesar di Inggris itu mulai digelar. Kasusnya sendiri melewati proses persidangan selama lebih dari 9 bulan pada tahun 2019.

Namun, hakim mengatakan HP kemungkinan akan menerima kurang dari jumlah kerugian yang mereka tuntut.

Lynch selalu membantah tuduhan itu dan mengatakan pada hari Jumat bahwa dia akan mengajukan banding, lansir The Guardian.

Sementara itu Hussain dinyatakan bersalah pada April 2018 di Amerika Serikat dalam dakwaan penipuan kawat dan kejahatan lain yang berkaitan dengan penjualan Autonomy dan dihukum penjara lima tahun.

Keputusan pengadilan hari Jumat itu bertepatan dengan tenggat di hari yang sama bagi Mendagri untuk memutuskan aapkah Lynch bisa diekstradisi ke AS guna menghadapi 14 dakwaan konspirasi dan penipuan.

Seorang jubir Kemendagri Inggris mengatakan bahwa berdasarkan Extradition Act 2003 menteri harus menandatangani surat perintah ekstradisi apabila tidak ada alasan yang menghalanginya. Permintaan ekstradisi diajukan ke Kemendagri setelah hakim memutuskan bahwa seseorang bisa diekstradisi.

Pengadilan Inggris sudah memberikan lampu hijau ekstradisi Dr Michael Lynch ke AS pada 28 Januari 2022, kata jubir kementerian tersebut.

Tim pengacara salah satu miliarder Inggris itu menegaskan bahwa Lynch akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi di London.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAutonomyHewlett PackardinggrisMike Lynchpenipuan kawat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hukuman Mati Bagi Pembunuh Dua Pakar PBB di RD Kongo
Tulisan selanjutnya Bila Harga yang Dibayar Terlalu Tinggi Prancis akan Tarik Pasukan dari Mali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Terbaru

  • Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Taquf hingga Kiai Zulfa
  • AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?