Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Afrika Berpotensi Menjadi Alternatif Eropa Alihkan Ketergantungan Gas dari Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Maret 2022 14:04 2:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Maret 2022 14:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Untuk menjauh dari ketergantungan pada energi Rusia, Eropa semakin beralih ke Afrika untuk impor gas alamnya yang dibutuhkannya. Meskipun potensinya ada, tetapi pasokan rendah dan hambatan pengirimannya menjadi masalah serius.

Invasi Rusia ke Ukraina memaksa Eropa untuk mendiversifikasi sumber pasokan energinya. “Jerman dan Eropa sekarang harus segera menebus apa yang telah mereka lewatkan selama 20 tahun terakhir,” kata Stefan Liebing, ketua German-African Business Association, dalam siaran pers baru-baru ini. Dia menyarankan Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck untuk melawat ke negara-negara Afrika seperti Aljazair, Nigeria, Mesir dan Angola, yang dapat membantu membebaskan Eropa dari ketergantungannya pada gas Rusia.

Aljazair adalah produsen gas terbesar ke-10 di dunia. Kargo gas alam cair – juga dikenal sebagai LNG – yang diekspor pada tahun 2021 sebagian besar ditujukan untuk pasar Eropa. Hal ini menjadikan Aljazair salah satu dari lima eksportir LNG terbesar ke Eropa.

Sejak pecahnya perang antara Rusia dan Ukraina, Aljazair telah menyatakan kesediaannya untuk meningkatkan ekspor gas alam dan LNG. Namun, menurut Alice Gower, direktur bidang geopolitik dan keamanan di wadah pemikir yang berbasis di London Azure Strategy, Cadangan gas Aljazair berada di titik terendah. “Awal tahun ini, perusahaan minyak dan gas milik negara Aljazair Sonatrach mengumumkan paket investasi besar [$40 miliar, €36 miliar] untuk periode lima tahun, tapi itu tidak berarti Aljazair bisa langsung masuk untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek,” kata Gower kepada DW Jumat (4/3/2022).

Dua operator energi utama, Naturgy asal Spanyol dan Sonatrach Aljazair, sebenarnya dapat meningkatkan kapasitas jalur pipa Medgaz dengan sedikit usaha. Jalur pipa itu menghubungkan Aljazair langsung ke Spanyol. Namun, Aljazair tidak memiliki kapasitas untuk segera mengisinya dengan gas Aljazair, kata Gower.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pakar tersebut mengatakan Aljazair memiliki alternatif lain untuk memompa lebih banyak gas cair ke Spanyol dan Portugal dengan kapasitas tinggi, yaitu melalui Maghreb-Europe Gas Pipeline (MEG).

Akan tetapi masalahnya, jalur pipa MEG melalui Maroko. Oktober 2021, ketegangan politik antara Aljir dan Rabat mengakibatkan kontrak antara Sonatrach dan Kementerian Energi Maroko tidak diperbarui. Masalah utamanya, menurut Gower, adalah bahwa Aljazair tidak setuju untuk memberikan 10% dari pendapatan gas sebagai biaya kepada Kerajaan Maroko, seperti yang pernah dilakukannya di masa lalu.

Sementara itu di sisi lain Afrika Utara, Mesir mengalami kenaikan tahun-ke-tahun ekspor gas pada 2021, menurut laporan Organization of Arab Petroleum Exporting Countries (OAPEC). Sebanyak 1,4 juta ton LNG diekspor pada kuartal kedua dibandingkan dengan nol ekspor LNG pada periode yang sama tahun lalu. Pada saat yang sama, LNG juga merupakan satu-satunya gas yang diekspor Mesir saat ini, karena negara tersebut masih belum tidak terhubung ke jaringan pipa Eropa.

Situasi pasokan gas Afrika berfluktuasi 

“Saat ini Mesir juga kehabisan kapasitas ekspor LNG,” kata Gower. Namun, bagi Mesir saat ini mereka lebih menekankan kepada aspek ekonomi. China, kata Gower, telah menawarkan kontrak jangka panjang kepada negara itu dengan persyaratan yang menguntungkan. Jadi bagi Mesir, masuk akal untuk terus menjadi pemasok yang andal dan mempertahankan pangsa pasarnya di China.

Menurut portal statistik statista.com, cadangan gas alam Libya pada 2020 mencapai sekitar 1,4 miliar meter kubik. Akan tetapi, negara itu secara politik sangat terpecah belah dan bahkan tidak tercantum dalam daftar negara pengekspor gas ke Jerman.

Kalaupun gas Libya tersedia, infrastrukturnya tidak memadai untuk mendongkrak ekspor, apalagi sampai bisa mendatangkan keuntungan. Oleh karena itu, Libya dikeluarkan dari daftar negara potensial pengganti gas Rusia untuk Jerman atau Eropa, lansir DW.

Jalur pipa gas NIGAL

Proyek besar jalur pipa gas yang digarap sejumlah negara Afrika memberikan harapan baru bagi Eropa.

Aljazair, Niger dan Nigeria telah sepakat untuk membangun Trans-Saharan Gas Pipeline sepanjang 4.000 kilometer (2.485 mil) yang juga dikenal sebagai NIGAL. Menurut sejumlah laporan media, apabila proyek senilai $21 miliar itu rampung, jalur pipa gas itu akan mampu menyalurkan hingga 30 miliar meter kubik gas per tahun ke Aljazair, yang terhubung dengan jaringan pipa yang ada saat ini ke Eropa.

Proyek NIGAL bukan ide baru, melainkan sudah lama. Disebabkan pertikaian antara pemerintah Aljir dan Niamey pelaksanaan pembangunannya terbengkalai. Baru pada 2021, ketika Aljazair dan Niger sudah saling membuka kembali perbatasan di antara mereka, sejak itu proyek NIGAL dihidupkan kembali.

Khadi Camara dari German-African Business Association mengatakan kepada DW bahwa pada 2019 Eropa mengimpor sekitar 108 miliar meter kubik LNG. Sebanyak lebih dari 12 miliar berasal dari Nigeria, negara penghasil minyak terbesar Afrika yang juga salah satu dari 10 negara penghasil gas terbesar dunia.

“Mereka memiliki lebih banyak cadangan daripada yang dibutuhkan untuk pasar dalam negeri mereka sendiri dan karena itu ditakdirkan untuk ekspor,” kata Camara.

Sayangnya, kata Camara, infrastruktur yang ada saat ini belum memadai untuk menjamin pasokan gas lancar sampai ke pasar Eropa.

Negara-negara Afrika lainnya, seperti Ghana, Mozambique dan Tanzania, juga dapat menjadi pemasok gas alam utama untuk Eropa. Namun, lagi-lagi, masalah infrastruktur dan keamanan regional menjadi penghalang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikaEropagas alamJermanLNGrusiaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahkamah Agung AS Pulihkan Hukuman Mati Terpidana Bom Maraton Boston
Tulisan selanjutnya Jangan Jadi Pendengki Saudara Sendiri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?