Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Malaysia Mulai Penyelidikan Temuan Kuburan Massal 2015

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 April 2019 07:50 7:50 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 April 2019 07:50
Bagikan
Kuburan massal Rohingya di hutan Malaysia dekat perbatasan Thailand.
Bagikan

Hidayatullah.com—Malaysia hari Rabu (17/4/2019) mulai melakukan penyelidikan publik terhadap temuan kuburan massal dan kamp penyelundupan manusia di hutan dekat perbatasan dengan Thailand, yang menyulut ketegangan antara Kuala Lumpur dan Bangkok tahun 2015, serta munculnya tuduhan-tuduhan obstruksi terhadap proses hukum.

Hutan lebat di daerah selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia sejak lama menjadi tempat persinggahan para penyelundup yang membawa orang-orang ke kawasan Asia Tenggara dengan perahu dari Myanmar, kebanyakan Muslim Rohingya.

Bulan Januari, pemerintah Malaysia mengatakan akan membentuk sebuah panel guna menyelidiki sejumlah klaim yang mengatakan pihak berwenang melakukan kesalahan dalam investigasi temuan 139 kuburan massal dan lebih dari 12 kamp yang diduga didirikan oleh kelompok penyelundup manusia.

Tiga anggota unit kepolisian infantri hutan pertama kali menemukan kamp tersebut pada Januari 2015, saat berpatroli di kawasan hutan lebat wilayah Malaysia dekat perbatasan Thailand.

Mereka mendapati sejumlah tenda dan struktur bangunan kayu yang sebagian berlantai dua, kata salah satu petugas bernama Mat Ten.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Rumah-rumah sementara itu dikelilingi kawat berduri dan ada tiga orang yang tinggal di sana,” kata Mat Ten kepada panel seperti dilansir Reuters.

Testimoni ketiga petugas kepolisian hutan itu mengkonfirmasi sejumlah laporan media dan kelompok-kelompok peduli HAM yang mengatakan bahwa pihak berwenang sudah mengetahui perihal kamp-kamp tersebut empat bulan sebelum mengumumkannya kepada publik pada bulan Mei 2015.

Dalam sebuah laporan bulan lalu, Malaysian Human Rights Commission dan kelompok peduli HAM Fortify Rights mengatakan pihak berwenang menghancurkan salah satu kamp sehari setelah ditemukan, sehingga menghilangkan bukti yang dapat membantu penyelidikan polisi.

Komisi HAM itu dibentuk oleh parlemen Malaysia, tetapi pemerintah tidak terikat dengan hasil-hasil temuannya.

Mat Ten mengatakan dia kembali bersama satu tim terdiri dari 10 personel kepolisian untuk meninjau lokasi kamp yang ditemukannya. Namun, rombongannya itu dikacaukan oleh seorang wanita –yang sepertinya berperan sebagai pengawas kamp– yang memberitahukan kedatangan petugas sehingga penghuni kamp berhamburan melarikan diri.

Enam orang Rohingya dan migran Bangladesh yang tertinggal akhirnya ditahan pertugas dan diserahkan ke pihak imigrasi, kata Mohamad Mossadique Azni, ketua tim petugas yang mendatangi kamp tersebut.

Temuan kamp serupa serta sejumlah kuburan massal di sisi wilayah Thailand menyulut krisis antara kedua negara pada 2015.

Tindakan Thailand yang mengobrak-abrik kamp di hutan tersebut mengakibatkan ribuan orang terkatung-katung di perahu-perahu migran di Teluk Bengal dan Laut Andaman.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya prabowo tni Prabowo Serukan Pendukungnya Tenang & Kawal Suara di TPS-Kecamatan
Tulisan selanjutnya Eks Presiden Omar Al-Bashir Dipindahkan ke Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?